Simbiosis Mutualisme, Lenovo Gandeng NetApp Sebagai Rekan Strategis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 15 Nov 2018 18:29 WIB
lenovonetapp
Simbiosis Mutualisme, Lenovo Gandeng NetApp Sebagai Rekan Strategis
ki-ka: Country Manager DCG Lenovo Indonesia, Dick Bahar dan Han Chong. (Medcom.id)

Jakarta: Tahun lalu, Lenovo melakukan restrukturisasi pada Data Center Group mereka dan membentuk dua divisi, yaitu ThinkSystem dan ThinkAgile. Bisnis enterprise Lenovo cukup sukses dengan pertumbuhan puluhan persen.

Namun, mereka sadar bahwa ada kekurangan dalam solusi bisnis yang mereka tawarkan, terutama terkait storage.

Itulah menjadi alasan mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan NetApp. Kerja sama strategis ini Lenovo umumkan dalam acara Lenovo Transform yang diadakan di Hotel Mulia, Kamis, 15 November 2018.

"Tahun lalu, kami fokus untuk melakukan transformasi digital pada internal perusahaan," kata Han Chon, General Data Manager, Data Center Group, Central Asia Pacific, Lenovo. "Tapi kami tetap tidak bisa memenuhi sebagian permintaan pasar."

Melalui kerja sama dengan NetApp, Lenovo DGC berharap mereka akan bisa memperluas solusi yang mereka tawarkan.

"Kami memang tidak akan bisa memenuhi kebutuhan semua perusahaan, tapi setidaknya, kami bisa menyelesaikan sebagian besaar masalah yang dihadapi di industri."

Han mengungkap, kerja sama Lenovo dan NetApp merupakan simbiosis mutualisme yang akan menguntungkan dua perusahaan. Salah satu alasannya karena keduanya memang tidak memiliki produk yang sama.

"Kami saling melengkapi. Misalnya, klien kami bisa membeli server dari Lenovo dan storage dari NetApp sebelum menjual solusi itu ke perusahaan lain," kata Han.

Han menjelaskan, kerja sama antara Lenovo dan NetApp bukan berarti Lenovo akan sekadar menempelkan merek mereka pada produk buatan NetApp, tapi mereka memang memanufaktur produk menggunakan teknologi NetApp.

Hari ini, Lenovo juga memperkenalkan dua lini produk baru yang telah menggunakan teknologi NetApp yang mereka produksi sendiri, yaitu ThinkSystem DE Series dan DM Series. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.