NetApp: Adopsi Flash Storage di Indonesia Hanya Masalah Waktu

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 04 Aug 2017 22:54 WIB
teknologi
NetApp: Adopsi Flash Storage di Indonesia Hanya Masalah Waktu
Ki-ka: Robert McDonald dan Jay Daliparthy.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menurut survei yang diadakan oleh Data & Storage Asean (DSA), sebanyak 80,2 persen perusahaan di Indonesia belum menggunakan flash storage.

Meskipun begitu, sekitar 18,5 persen perusahaan sudah menggunakan flash storage. Itu artinya pasar flash storage di Indonesia masih kecil, tapi menunjukkan potensi untuk berkembang. 

Saat ditemui di Fairmont Hotel, Robert, Group Manager, Solutions Marketing, Enterprise Application NetApp mengatakan bahwa dia percaya diri, ke depan, flash storage akan banyak digunakan di Indonesia. "Manfaat yang ditawarkan oleh flash storage terlalu menarik untuk tidak digunakan," ujarnya. "Dari ketahanan dan tentu saja, performa."

Dia membandingkan, jika Anda telah menggunakan laptop dengan SSD, Anda tidak akan mau kembali menggunakan laptop menggunakan HDD. Dia menjelaskan, saat ini, alasan utama mengapa industri belum banyak menggunakan flash storage adalah masalah harga. Namun, menurutnya, price per perfomance yang ditawarkan oleh flash storage lebih baik dari spinning disk

"Dari tahun ke tahun, harga flash storage terus turun secara signifikan," kata Jay Daliparthy, Ph.D, Sr. Product Manager, Core Product Management NetApp. "Saya rasa, hanya maasalah waktu, hingga orang sadar bahwa dalam jangka panjang, penggunaan flash bisa menjadi lebih murah."

Dari 100 profesional IT yang menjadi responden dari survei DSA, sebanyak 80 persen responden menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan flash. Sebanyak 30,7 persen responden ingin menggunakan flash untuk digunakan pada database

Robert mengatakan, tujuan utama dari transformasi digital adalah bagi perusahaan untuk memanfaatkan data yang mereka punya sehingga mereka bisa membuat operasi mereka lebih efisien atau membuat layanan menjadi lebih baik. Karena itu, tingkat adopsi flash akan ditentukan seberapa banyak perusahaan ingin berkembang. 

Di Indonesia, Bagus Dewantara, Senior Technical Consultant, NetApp Indonesia menyebutkan, adopsi flash storage baru muncul pada 1-2 tahun terakhir. Perusahaan yang menggunakan flash storage beragam, mulai dari perusahaan minyak hingga perbankan.

Salah satu kelebihan utama yang ditawarkan oleh penggunaan flash storage adalah pengurangan kapasitas. Bagus menjelaskan, flash storage dari NetApp dapat menghapus file yang berulang, sehingga membuat kapasitas memori lebih lega. 

Dia memberikan contoh salah satu klien NetApp. Dia bercerita, pada awalnya, perusahaan itu menggunakan 3 rak storage. Dengan menggunakan flash storage, mereka bisa menyimpan data ke dalam seperdelapan rak. Selain pada penghematan tempat, hal ini juga berujung pada penghematan listrik.

Sebagai pasar berkembang, harga menjadi salah satu pertimbangan utama untuk mengadopsi flash. "Mereka akan menggunakan flash untuk sesuatu yang mereka anggap critical, yaitu yang menghasilkan keuntungan," katanya saat ditanya karakteristik unik pengguna flash storage di Indonesia. "Misalnya, di bank, mereka akan menggunakannya untuk kegiatan yang berhubungan dengan transaksi, misalnya internet banking."


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.