Dapat Rp26,6 Triliun, Akankah Grab Kuasai Asia Tenggara?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 24 Jul 2017 16:57 WIB
grab
Dapat Rp26,6 Triliun, Akankah Grab Kuasai Asia Tenggara?
Grab mendapatkan dana segar. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Grab, perusahaan transportasi berbasis aplikasi yang berusaha mengalahkan Uber di Asia Tenggara, baru saja mendapatkan kucuran dana segar sebesar USD2 miliar (Rp26,6 triliun) dari Didi Chuxing, perusahaan yang mengalahkan Uber di Tiongkok dan SoftBank. 

Didi berkata, pendanaan kali ini bisa mendapatkan tambahan dana hingga USD500 juta (Rp6,6 triliun) jika mendapatkan dukungan dari pendana dan investor lainnya. Juru bicara Grab mengonfirmasi bahwa Vision dari SoftBank tidak ikut serta pendanaan kali ini. Dana justru datang dari SoftBank Group Corp. 

Narasumber TechCrunch mengonfirmasi bahwa dengan dana segar ini, nilai perusahaan Grab akan menjadi lebih dari USD6 miliar (Rp80 triliun), naik lebih dari 2 kali lipat jika dibandingkan dengan ketika Grab mendapatkan pendanaan terakhirnya pada September 2016. Ketika itu, setelah mendapatkan dana sebesar USD750 juta (Rp10 triliun), valuasi Grab menjadi USD3 miliar (Rp40 triliun). 

"Kami senang untuk memperkuat kerja sama strategis kami dengan Didi dan SoftBank. Kami menjadi besar hati karena kedua perusahaan visioner ini juga memiliki optimisme kami akan masa depan di pasar transportasi berbasis aplikasi dan pembayaran di Asia Tenggara dan menyadari bahwa Grab berada di posisi yang ideal untuk memaksimalkan kesempatan besar ini," ujar CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan. 

Pada dasarnya, dengan pendanaan ini, baik Didi dan SoftBank percaya bahwa Grab akan dapat mengalahkan Uber di Asia Tenggara, sama seperti yang dilakukan oleh Didi di Tiongkok pada bulan Agustus lalu. Harapan Grab untuk mengalahkan Uber ini kembali menyala setelah Uber bersedia untuk menjual bisnisnya di Rusia pada pesaing lokal, Yandex. 

Grab beroperasi di 36 kota di 7 negara di Asia Tenggara. Mereka mengklaim bahwa aplikasinya telah diunduh sebanyak lebih dari 50 juta kali dan memiliki 1,1 juta pengendara. Sementara itu, Uber tidak pernah memberikan datanya terkait bisnisnya di Asia Tenggara. Selain Grab, Uber juga harus bersaing dengan Go-Jek, platform transportasi berbasis aplikasi yang dianggap sebagai pemimpin di pasar Indonesia. 


(MMI)

Lenovo K6 Power, Saat Baterai adalah Segalanya
Review Smartphone

Lenovo K6 Power, Saat Baterai adalah Segalanya

2 days Ago

Melihat sepak terjang Lenovo selama ini, mereka tampaknya sadar betul bahwa konsumen Indonesia …

BERITA LAINNYA
Video /