Rilis Laporan Finansial Q2 2018, AMD Untung Besar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 30 Jul 2018 13:57 WIB
Rilis Laporan Finansial Q2 2018, AMD Untung Besar
Prosesor AMD Ryzen.

Jakarta: AMD mengumumkan laporan finansial terbaru untuk kuartal kedua atau Q2 2018. Hasilnya dikabarkan turut membangkan Lisa Su, President & CEO AMD.

AMD berhasil meraup pendapatan di Q2 2018 yang cukup besar dengan pertumbuhan yang signifikan untuk tahun-ke-tahun dan kuartal-ke-kuartal. Pendapatan Q2 2018 tercatat sebesar USD1,76 miliar atau setara Rp25,3 triliun, dengan pendapatan bersih USD116 juta atau Rp1,6 triliun.

Angka tersebut cukup berbeda dibandingkan pendapatan tahun lalu, Q2 2017 yang hanya USD1,15 miliar atau Rp16,5 triliun dan pendapatan kuartal sebelumnya, Q1 2018 sebesar USD1,65 miliar atau Rp23, 7 trilun.

Pertumbuhan dari Q2 2017 tercatat sebesar 53 persen, sementara apabila melihat dari Q1 2018 pertumbuhan sebesar tujuh persen saja. Menurut Lisa Su, pendapatan bersih per kuartal kali ini adalah yang tertinggi dalam tujuh tahun belakangan.



"Kami sangat percaya diri dengan untuk melanjutkan eksekusi setiap langkah yang diambil sesuai roadmap produk kami. Kita tengah berusaha memperoleh pangsa pasar lebih besar dan pertumbuhan keuntungan yang lebih besar."

Laporan finansial tersebut menyebutkan bahwa segmen bisnis Computing and Graphics dan Enterprise, Embedded and Semi-Custom menjadi pendongkrak bisnis AMD.

Seperti yang diketahui bahwa pada ajang Computex 2018 bulan Juni lalu, AMD mengumumkan prosesor server mereka AMD EPYC telah resmi digunakan oleh HP Enterprise, Cisco dan Tencent sebagai salah satu pilihan untuk ketersediaan layanan cloud di kedua perusahaan tersebut.

Ditambah AMD sendiri sudah mengumumkan bahwa mereka juga sedang mengembangkan prosesor AMD EPYC Generasi Kedua dengan arsitektur Zen2 yang akan dirilis pada 2019.

Untuk segmen konsumen AMD juga cukup berhasil menarik perhatian konsumen dari dominasi prosesor Intel lewat jajaran prosesor AMD Ryzen Generasi Kedua dengan arsitektur Zen+ berbasis fabrikasi 12nm yaitu Ryzen 7 2700X, Ryzen 7 2700, Ryzen 5 2600X, dan Ryzen 5 2600.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.