Review Router

D-Link DIR-809 AC750, Dukung Dual-Band dan Masih Terjangkau

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 18 May 2018 10:25 WIB
d-linkreview peripheral
D-Link DIR-809 AC750, Dukung Dual-Band dan Masih Terjangkau
D-Link DIR-809 Wireless AC750.

Jakarta: Sama seperti smartphone, router juga hadir dalam beragam harga. Biasanya rentang harga tergantung desain serta fitur dan kemampuan yang dimilikinya.

Medcom.id beberapa waktu lalu berkesempatan mencoba salah satu router terbaru dari D-Link yakni D-Link DIR-809 Wireless AC750 yang dibanderol sekitar Rp800 ribu. Melihat dari desainnya, sebetulnya tidak ada yang spesial karena mungil dan material plastik.

Sisi positifnya adalah router ini tergolong ringan dan tidak akan memakan tempat. Di bagian belakangnya terdapat sebuah lubang yang berfungsi menggantung router di dinding menggunakan paku. Pada bagian depannya terdapat indikator LED serta lubang ventilasi.

Meskipun hadir dengan dimensi yang mungil, D-Link DIR-809 AC750 tetap hadir dengan tiga buah antena untuk menjamin kekuatan penyebaran Wi-Fi. Beralih ke bagian belakang terdapat antarmuka berupa empat port LAN yang sudah mengadopsi teknologi fast Ethernet LAN.



Lalu terdapat satu buah port WAN, serta tidak ketinggalan lubang untuk adapter dan tombol yang berfungsi sebagai tombol WPS sekaligus reset yang dibedakan berdasarkan berapa Anda menekan tombol tersebut.

Berdasarkan pengalaman yang kami dapatkan, router sederhana ini cukup mudah dalam proses pemasangannya. Anda cukup menyalakan router yang sudah terhubung dengan kabel internet di port WAN dan membuka alamat situs khusus untuk masuk ke halaman konfigurasi.

Sayangnya, kemudahan tersebut tidak kami temukan dalam proses konfigurasinya sebab tampilan user interface yang menurut kami agak membingungkan dilihat. Ada beberapa tab atau kolom konfigurasi fitur yang rupanya memiliki akses yang sama, baik tab yang berjajar di bagian atas dan tab yang tersusun ke bawah.



Bagi Anda yang tidak biasa atau masih baru melakukan konfigurasi router, jangan cemas karena D-Link DIR-809 AC750 menyediakan kolom penjelasan di bagian kanan setiap memilih opsi konfigurasi atau fitur.

Kami menemukan bahwa di balik tampilannya yang sederhana dan harga yang tergolong murah, router ini masih memiliki fitur yang cukup banyak, tidak seperti router dengan tampilan yang sama dan harga yang juga terjangkau lainnya.

Dari halaman tersebut Anda bisa menentukan fungsi, yakni sebagai router, access point, atau repeater. Anda juga bisa mengatur bandwidth yang disediakan untuk digunakan serta fitur keamanan firewall serta web access filtering.

D-Link DIR-809 AC750 patut diacungi jempol. Dengan harga Rp800 ribu, router ini sudah menyediakan teknologi Dual-Band yang terdiri dari satu di jaringan 2,4GHz dan satu lagi di 5GHz yang didukung teknologi MIMO.



Artinya Anda bisa membagi kebutuhan koneksi internet sesuai dengan prioritas, misalnya untuk kebutuhan laptop bisa terhubung ke jaringan 5GHz sedangkan smartphone dan tablet cukup terhubung ke jaringan 2,4GHz.

Perpaduan kecepatan yang disajikan oleh frekuensi 2,4GHz (433Mbps) dan 5GHz (300Mbps) di atas kertas mampu menyajikan kecepatan koneksi hingga 750Gbps.

Sejauh penggunaan kami di kantor Medcom.id yang terdiri dari empat lantai, D-Link DIR-809 AC750 bisa memberikan jangkauan internet dengan sinyal yang kuat serta koneksi internet yang stabil untuk dua lantai, namun tidak di lantai ketiga.

Kesimpulan
D-Link DIR-809 AC750 tergolong router di kelas terjangkau dengan harga Rp800 ribu. Desain minimalis tapi masih menyediakan fitur konfigurasi yang banyak di kelasnya.

Sayangnya, antarmuka konfigurasi router ini kurang sentuhan, sehingga mungkin mereka yang tidak terbiasa ungkin akan pusing dan bingung melihat antarmukanya.

Meskipun begitu hal tersebut masih dimaafkan setelah kami menemukan bahwa D-Link DIR-809 AC750 bisa dioperasikan sebagai router biasa, repeater, maupun access point. Teknologi Dual-Band yang disediakan juga menjadi kelebihannya.
 
 
 
D-Link DIR-809 AC750
Plus
  • Dual-Band 2,4GHz dan 5GHz
  • Multifungsi sebagai router, repeater, access point
  • Fitur konfigurasi yang banyak
Minus
  • Antarmuka konfigurasi yang membingungkan
  • Kecepatan Dual-Band yang disediakan tergolong standar

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.