Huawei Sempat Salah Strategi di Indonesia

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 08 Jul 2018 09:43 WIB
huaweicorporate
Huawei Sempat Salah Strategi di Indonesia
Huawei P20 Pro (Medcom.id

Shenzhen: Jim Xu, Presiden Pemasaran dan Penjualan Huawei Consumer Business Group, mengaku kesalahan pihaknya tak memperhitungkan Indonesia dalam penjualan ponsel premium. Pasalnya, dia melihat pangsa pasar ponsel high-end di Indonesia kecil.

"Saat menargetkan Indonesia dengan midrange dan low-end, kami baik-baik saja. Tapi, kami tak percaya diri luncurkan premium karena hanya 5 persen pangsa pasar," kata Xu pada APAC Media China Trip 2018 di Huawei Headsquare di Shenzhen, Tiongkok, Kamis, 5 Juli 2018.

Dia mengaku, setelah 5 tahun menjual ponsel di Nusantara, dia baru menyadari sejatinya 5 persen pangsa pasar ponsel premium di Indonesia angkanya lebih besar Thailand. Huawei, kata dia, akhirnya mengganti strategi penjualan di Tanah Air.

Ponsel premium akan gencar dipromosikan untuk melawan kompetitor. Dia akan meyakinkan publik bila Huawei berbeda dengan ponsel Tiongkok. "Premium ponsel akan menggeser Huawei menjadi high-end branding."

Perusahaan Tiongkok itu pun baru-baru ini meluncurkan P20 Pro, ponsel unggulannya yang menekankan kehebatan kamera Leica, di Indonesia. Salah satu kelebihan ponsel ini adalah kamera 40MP RGB, 8MP telefoto, serta kamera 20MP monokrom disematkan di bagian belakangnya.

Jim menjelaskan pemasaran P20 Pro akan berbeda dengan sebelumnya. Dia mengakui Huawei kurang memperhatikan pemasaran saat meluncurkan ponsel dengan dual kamera Leica dua tahun lalu. Namun, semenjak era P10, langkah semacam itu sudah diubah. 

"Saat luncurkan P20, bagian riset dan pengembangan kami kerjakan pekerjaan yang cukup bagus, fotografi arahkan konsumen pilih Huawei," pungkas dia.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

5 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.