Rayu Apple, Qualcomm Turunkan Biaya Lisensi Paten 5G

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 02 May 2018 10:26 WIB
qualcomm
Rayu Apple, Qualcomm Turunkan Biaya Lisensi Paten 5G
Qualcomm dilaporkan menurunkan biaya untuk lisensi modem 5g guna menarik kembali perhatian Apple secara khusus.

Jakarta: Setelah mendengar sejumlah kritik selama beberapa tahun terakhir terkait sistem lisensi paten miliknya, Qualcomm mengumumkan bahwa perusahaannya beralih ke model lisensi berbeda, dengan biaya lebih terjangkau untuk produk 5G karyanya.

Ditujukan untuk seluruh produsesn smartphone, namun perubahan ini disebut lebih difokuskan pada Apple, yang terlibat pada sejumlah tuntutan hukum melawan Qualcomm terkait dengan paten dan royalti.

Apple dilaporkan memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Qualcomm sebagai pemasok chip modem untuk iPhone model 2018.

Produsen smartphone memiliki dua opsi lisensi yang ditawarkan oleh Qualcomm, memungkinkan mereka memiliki izin untuk rangkaian lengkap paten dengan biaya sebesar lima persen dari biaya produksi handset, atau menggunakan lisensi paten dasar standar dengan biaya 3,25 persen dari harga ponsel.

Lisensi paten dasar standar mencakup bagian penting yang dibutuhkan perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel. Sebagian besar lisensi produsen memiliki rangkaian paten untuk mencakup seluruh basis.

Namun Qualcomm kini mempermudah produsen ponsel untuk hanya menggunakan lisensi paten dasar standar, serta memasukan paten 5G secara gratis untuk perusahaan yang menggunakan lisensi kedua rangkaian.

Qualcomm telah dipaksa untuk melakukan hal ini setelah menyelesaikan tuntutan hukum dengan regulator Tiongkok pada tahun 2015.

Lebih dari 100 produsen smartphone di Tiongkok menyepakati untuk membayarkan biaya berlangganan sebesar 3,25 persen untuk menggunakan lisensi paten 3G dan 4G, kesepakatan yang dihasilkan oleh penyelesaian tersebut.

Pada minggu lalu, Qualcomm mengumumkan bahwa perusahaannya akan memperkirakan biaya royalti pada harga sebesar USD400 (Rp5,5 juta) pertama pada harga ponsel. Sebelumnya, batas perkiraan royalti tersebut berasa pada nilai USD500 (Rp6,9 juta). Langkah ini disebut kepala divisi lisensi Qualcomm Alex Rogers sebagai langkah yang ramah regulator.

Roger juga menyinggung dua permasalahan lisensi yang dihadapi oleh Qualcomm, menyebut Apple sebagai nama salah satu produsen dengan permasalahan yang tengah berupaya diselesaikan oleh Qualcomm. Namun, Rogers tidak menyebutkan perusahaan kedua meski sejumlah pihak meyakini perusahaan tersebut adalah Huawei.

Qualcomm saat ini telah terlepas dari upaya pengambilalihan tidak bersahabat saat Presiden Donald Trump, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, memerintahkan untuk mengakhiri updata Broadcom untuk membeli produsen chip Snapdragon senilai USD117 miliar (Rp1.625 triliun).

Qualcomm juga dilaporkan tengah menunggu persetujuan regulator dari Tiongkok untuk membeli NXP Technologies senilai USD44 miliar (Rp611 triliun). Persetujuan ini diyakini akan menjadi permasalahan terkait dengan perang perdagangan yang tengah dialami oleh Amerika Serikat dan Tiongkok.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.