Codemi Ingin Bantu Perusahaan Gelar Pelatihan Pegawai

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 01 Jun 2018 14:17 WIB
startup
Codemi Ingin Bantu Perusahaan Gelar Pelatihan Pegawai
Platform learning managemen system Codemi.

Jakarta: Di setiap perusahaan biasanya akan menggelar pelatihan bagi para pegawai barunya untuk mengenal sistem administrassi tempat mereka bekerja atau mendalami tugas dan fungsinay di perusahaan.

Permasalahannya adalah penerimaan pegawai kadang tidak mencapai jumlah yang cukup banyak untuk mengisi satu kelas pelatihan karena mungkin julah pegawai baru hanya tiga atau belasan orang tiap bulannya.

Sementara untuk membuka program pelatihan perangkatan atau batch, hal ini membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi. Padahal setiap pegawai baru harus segera menjalankan tugas dan fungsinya di perusahaan. Kondisi ini yang coba ditawarkan oleh platfrom learning management system yang diciptakan Codemi.

Codemi merupakan startup lokal beroperasi sejak 2015, menawarkan sebuah software as a service yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dalam memberikan pelatihan kepada pegawainya dalam mode online.

"Menggelar pelatihan untuk pegawai baru misalnya biasanya terkendala dengan ketersediaan trainer, kuota pesertam dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan ruang kelas serta mungkin konsumsi. Pelatihan bisa dilakukan secara online," jelas CEO & Founder Zaky Falimbany saat berkunjung ke kantor Medcom.id.

"Misalnya saja, perusahaan punya cabang-cabang, tidak mungkin kalau peserta dari berbagai cabang harus dikumpulkan dulu di satu tempat. Seiring perkembangan teknologi digital, maka mereka para pegawai baru bisa belajar dan menerima pelatihan secara online dari beragam perangkat mereka," imbuhnya.

Admin atau klien yang menggunakan platform ini bisa mengunggah materi online learning termasuk membuat modul ujian. Mereka bisa membuat jadwal dan jenis materi pelatihan yang bisa dakses dengan mudah oleh para peserta.

"Di platform kami juga terdapat fitur monitoring bagi admin, mereka bisa memonitoring performa setiap peserta pelatihan dengan menentukan batas waktu atau indikator performa dalam pelatihan. Peserta di satu sisi juga bisa memantau performa mereka dan mengajukan diskusi kepada rekan atau admin," tutur Zaky.

"Meskipun begitu tetap saja pelatihan ini tidak menggantikan pelatihan dalam bentuk tatap muka. Ini hanya menjadi solusi alternatif saja, misalnya kalau ada pegawai sales atau marketing di satu sisi mereka harus mengejar target tapi kita juga tidak mungkin memaksa mereka untuk ikut sesi pelatihan dalam jangka waktu yang lama," ungkap Zaky.

Dia menjelaskan bahwa Codemi memonetisasi layanan mereka dengan bentuk langganan software, dan menghitung per active user.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.