SAP: UKM Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 10 May 2018 11:56 WIB
sapcorporatetransformasi digital
SAP: UKM Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara
ilustrasi: Instamojo

Singapura: Perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara dinilai telah sadar terhadap perubahan pasar yang cepat berkat adaptasi teknologi. Mereka juga telah melihat dampaknya langsung ke bisnis.

Di wilayah ini, perusahaan milik keluarga memegang porsi yang cukup besar di segmen kecil menengah (UKM).

Berdasarkan studi terbaru oleh The Economist Intelligence Unit, perusahaan-perusahaan keluarga di Asia Tenggara menlihat perkembangan teknologi yang cepat menjadi ancaman utama pertumbuhan perusahaan dalam tiga tahun ke depan.

Studi ini menemukan bahwa para pemilik perusahaan atau mereka yang menduduki posisi eksekutif harus mengubah cara mereka berbisnis.

“Para eksekutif perusahaan di Asia Tenggara kurang yakin dengan kemampuan mereka sendiri dalam menghadapi tantangan ke depan. Pesaing mereka bahkan terlihat lebih baik,” kata Editor EIU Michael Gold.

“Demi mampu bersaing, mereka harus mengadopsi teknologi baru dan mengembangkannya. Yang paling penting adalah melakukan modernisasi terhadap cara berpikir mereka sendiri dalam berbisnis.”

“Jika tidak, mereka sulit mendapatkan dukungan dari generasi yang lebih muda.”

Terlepas dari tekanan yang para ekskutif perusahaan rasakan dari transformasi digital, responden yang mengikuti studi ini merasa yakin perusahaan mereka bisa mengadopsi teknologi baru. 67 persen responden mengaku siap menerapkan analisis data, 62,3 persen sanggup memakai machine learning, dan 63,7 persen merasa siap menggunakan komputasi awan.

“Ruang lingkup perusahaan keluarga di Asia Tenggara termasuk unik. Masih banyak dari mereka merupakan generasi pertama atau kedua. Melihat skala bisnis yang kecil dan menengah, mereka bisa lebih lincah dalam berkompetisi, dan punya posisi yang lebih tepat untuk menghadapi perubahan cepat di pasar,” ungkap President and Managing Director of SAP Southeast Asia Claus Andresen saat peresmian kantor SAP Leonardo Centre di Singapura.

“Ada sekitar 95-99 persen UKM di Asia Tenggara, dan mereka memberikan kontribusi besar terhadap GDP negara. Ini menjadikan mereka penggerak pertumbuhan ekonomi dari berbagai industry. Namun, pertama-tama mereka harus transformasi digital.”

Transformasi digital ini bukan hanya menggunakan layanan cloud atau membangun aplikasi. Tetapi juga harus bisa mengintegrasikan semua layanan, bahkan menciptakan layanan baru yang lebih menarik minat pelanggan.

Dalam digitalisasi atau mengadopsi teknologi, perusahaan keluarga di kelas kecil dan menengah ini lebih memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan lain (37 persen). Pertimbangannya adalah untuk menciptakan pemikiran dan investasi jangka panjang.

Perusahaan besar, baik domestik internasional memiliki akses langsung terhadap teknologi yang bisa membantu mereka mengembangkan bisnis, dan lebih memilih mengelolanya secara mandiri (35 persen).
 
“UKM harus menemukan cara beroperasi yang baru dan menawarkan produk atau jasa yang lebih inovatif dalam era ekonomi digital saat ini. Apa yang mereka lakukan hari ini akan menjadi pondasi dan keberlangsungan hidup mereka nanti.

"Pertumbuhan yang sesungguhnya ada di perusahaan yang cerdas, terhubung langsung dengan pelanggan. Dengan begitu mereka bisa lebih peduli dan melakukan lebih untuk pelanggan.”


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

4 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.