Google Pay Bisa Bayar Tiket Bioskop dan Penerbangan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 May 2018 08:13 WIB
google
Google Pay Bisa Bayar Tiket Bioskop dan Penerbangan
Google menggulirkan update untuk aplikasi Pay mendukung pembayaran untuk tiket konser, pesawat dan bioskop.

Jakarta: Google terus menggulirkan sejumlah perbaikan dalam kurun waktu enam bulan terakhir untuk layanan Pay, membuktikannya memiliki rencana besar untuk layanan tersebut.

Dalam konferensi Google I/O, raksasa teknologi ini mengonfirmasi bahwa Google Pay akan menerima lebih banyak perbaikan mulai minggu ini.

Salah satu perbaikan yang mulai digulirkan Google adalah kehadiran dukungan guna melakukan pembayaran untuk tiket konser, film dan penerbangan. Pengguna dapat menemukan dukungan tersebut pada bagian Tickets baru yang ditambahkan melalui update tersebut.

Setelah membeli tiket, pengguna akan menerima peringatan langsung, jadwal waktu keberangkatan, serta notifikasi pada lockscreen. Sejumlah fitur baru ini telah diimplementasikan pada akhir minggu lalu, dan diperkirakan sudah diterima seluruh pengguna Google Pay.

Namun untuk memanfaatkan fitur ini, perangkat dengan aplikasi Google Pay tidak boleh disesuaikan melalui metode bernama root.

Selain itu, aplikasi ini juga mengharuskan perangkat menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat dan seterusnya untuk dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, Google juga mengumumkan sistem operasi mobile terbaru karyanya, bertajuk Android P. Sistem operasi ini disebut menjadi medium Google untuk tidak hanya mengubah cara penggunaan Android, juga mengubah cara pengguna berinteraksi dengan smartphone.

Pada sistem operasi ini, Google terfokus untuk menjadikan ponsel pengguna sistem operasinya ini tidak mengganggu konsentrasi, serta memberikan kendali yang sempat hilang kepada pengguna terkait jangka waktu yang dihabiskan untuk menggunakan ponsel.

Sementara itu, Google mengaku bahwa mereka ingin membuat AI yang transparan, artinya, lawan bicara AI tahu kalau dia tidak sedang berbicara dengan manusia. Pada saat yang sama, mereka sengaja membuat Assistant menyerupai manusia.

Google tidak hanya membuat Assistant tidak lagi terdengar layaknya robot, mereka juga membuat Assistant memiliki kebiasaan yang biasanya dimiliki manusia, seperti penggunaan "um" dan "uh". 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.