Beredar, Desain Ponsel Samsung Berponi ala iPhone X

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 17 Apr 2018 22:22 WIB
samsung
Beredar, Desain Ponsel Samsung Berponi ala iPhone X
Sketsa desain smartphone Samsung dengan poni seperti iPhone X.

Jakarta: Notch pada iPhone X atau yang lebih sering disebut sebagai poni harus diakui telah menginspirasi berbagai merek smartphone lainnya, kalau tidak ingin disebut meniru, walau saat pertama kali hadir sempat diejek.

Kini beredar sebuah informasi yang berasal dari situs asal Belanda, Mobielkopen, desain ponsel Samsung yang memiliki jambul seperti iPhone X. Dikutip dari Slash Gear, desain ini merupakan desain yang sudah didaftarkan patennya oleh Samsung.

Meskipun kabar ini masih perlu verifikasi lagi untuk dibuktikan kebenarannya tapi harus diakui cukup mengejutkan sebab selama ini Samsung sebagai penguasa pasar smartphone berbasis Android tidak pernah secara terang-terangan mengikuti tren desain smartphone yang sedang populer.



Sketsa desain tersebut memperlihatkan bagian poni yang di tengahnya bertengger ear speaker di antara dua komponen yang diduga adalah kamera depan dan sensor depan. Layarnya memenuhi hingga bagian bawahnya dan hanya meenyisakan sedikit bezel di tiap sisi layarnya.

Jadi, diduga pemindak sidik jarinya akan berada tepat di balik panel layar. Beralih ke bagian belakangnya digambarkan hanya terdapat dua kamera ganda dengan lampu flash.

Menariknya tidak hanya satu sketsa desain yang dipatenkan Samsung. Ada satu lagi sketsa desain yang dipatenkan Samsung yakni memiliki desain yang lebih persegi ketimbang sebelumnya namun tidak memiliki poni, panel layarnya memenuhi wajah smartphone tersebut.



Lalu di bagian belakangnya hanya ada satu buah komponen dibagian tengahnya dengan bingkai persegi yang sudutnya membulat, serupa seperti bingkai kamera belakang yang ada di beberapa smartphone buatan Samsung.

Tentu saja sketsa desain smartphone ini benar dipatenkan, namun bukan berarti akan diwujudkan dalam waktu dekat karena mungkin saja seiring waktu desainnya akan berubah atau bahkan hanya menjadi konsep saja dan tidak diproduksi.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.