Novel Ciptaan Kecerdasan Buatan Lolos Babak Pertama Kompetisi Menulis Jepang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 25 Mar 2016 12:02 WIB
robot
Novel Ciptaan Kecerdasan Buatan Lolos Babak Pertama Kompetisi Menulis Jepang
Ilustrasi robot menulis novel.

Metrotvnews.com: Para peneliti dari Future University di Hakodate, Jepang mengumumkan bahwa sebuah novel pendek yang ditulis oleh AI buatan mereka berhasil menjadi lolos babak pertama dari Hoshi Shinichi Literary Award, sebuah kompetisi cerita Jepang.

Meskipun novel yang dibuat oleh AI dengan bantuan para peneliti itu tidak memenangkan kompetisi menulis tersebut, tapi hal ini menunjukkan bahwa AI sekarang ini sudah mulai dapat meniru kreativitas manusia.

Tim tersebut, yang dipimpin oleh Hitoshi Matsubara, turut membantu AI mereka untuk menuliskan novel yang dimasukkan ke dalam kompetisi.

Engadget melaporkan, pertama-tama, para tim akan memilih jenis kelamin sang protagonis dan membuat kerangka plot. Mereka juga mengumpulkan sekelompok kata, ungkapan dan kalimat untuk digunakan dalam cerita.

Tugas sang AI adalah untuk menggunakan aset itu untuk membuat sebuah cerita yang tidak hanya dapat dibaca, tapi juga menarik. Hasilnya adalah sebuah novel berjudul Konpyuta ga shosetsu wo kaku hi atau "Hari Sebuah Komputer Menulis Novel".

Kisah ini bercerita tentang sebuah AI yang mengabaikan tanggung jawabnya setelah ia sadar bahwa ia memiliki bakat dalam hal menulis.

Ini adalah kali pertama Hoshi Shinich Literary Award menerima karya tulisan yang dibuat oleh mesin. Dari 1.450 novel yang masuk ke dalam kompetisi ini, 11 diantaranya adalah karya kolaborasi manusia dan AI.

Menariknya, para juri tidak pernah diberitahu cerita mana yanng dibuat oleh AI. Cerita yang dibuat oleh tim Future University berhasil lolos ronde pertama dari 4 babak. 

Novelis sci-fi dan juri kompetisi Satoshi Hase mengatakan bahwa dalam cerita buatan Future University, karakter yang ada tidak terlalu berkembang, meski cerita tersebut memang memiliki struktur yang baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.