Lagi-Lagi Facebook Kebocoran Data

Mohammad Mamduh    •    Senin, 09 Apr 2018 14:54 WIB
facebook
Lagi-Lagi Facebook Kebocoran Data
Ilustrasi Facebook. (AFP PHOTO/LOIC VENANCE)

Jakarta: Facebook memblokir akses firma analisis data CubeYou, setelah satu media internasional menemukan fakta bahwa mereka mengumpulkan data tanpa izin melalui berbagai macam kuis.

Dalam kuis-kuis tersebut, CubeYou menuliskan keterangan "untuk kepentingan akademis dan non-profit", dan ternyata membagikan data pengguna kepada para pengiklan.

Teknik pengambilan data pengguna Facebook ini memang sama persis dengan apa yang telah dilakukan Cambridge Analytica, yang akhirnya mendapatkan akses terhadap 87 juta pengguna Facebook untuk kampanye politik.

Perusahaan tersebut kemudia menjual data yang telah dikumpulkan peneliti yang bekerja di Psychmetrics Lab Universitas Cambridge.

CNBC, yang menemukan fakta tersebut menyadari bahwa Facebook tidak memiliki kontrol yang ketat terhadap layanan pihak ketiga, terutama setelah terlihat dari kemampuan CubeYou "mengecoh" dengan tujuan palsu dari kuis yang digelar.

Pihak Facebook mengatakan bahwa mereka memang tidak memiliki kontrol yang cukup spesifik, seperti penamaan kuis atau pengawasan terhadap keterangan yang tertulis dari tujuan aplikasi pihak ketiga. Setelah pemberitahuan ini, Facebook langsung menyetop akses terhadap semua aplikasi dan kuis CubeYou sampai waktu yang belum ditetapkan.

"Kami telah memblokir CubeYou, dan semua aplikasinya telah kami blokir. Kami juga akan mnyelediki masalah ini," kata Facebook Vice President of Product Partnerships  Ime Archibong kepada CNBC.

"Kami akan bekerja sama dengan Komisi Informatik Inggris untuk meminta keterangan dari Universitas Cambridge terkait pengembangan aplikasi oleh Psychometrics Centre, yang telah disalahgunakan oleh Kogan." Aleksander Kogan adalah peneliti yang mengambangkan aplikasi kuis yang dipakai Cambridge Analytica.

Kebocoran data pengguna Facebook menjadi masalah serius setelah skandal Cambridge Analytica muncul ke publik.

CEO Facebook Mark Zuckerberg telah menyebutkan bahwa ini merupakan tanggung jawab dirinya, dan mengambil langkah melalui peluncuran beberapa fitur baru yang meningkatkan kontrol akses terhadap pengguna terkait kontrol data pribadi. 

Melalui situs resminya, CubeYou menyebut bahwa mereka menggunakan berbagai aplikasi di peramban dan media sosial di Facebook untuk mengumpulkan data pribadi. Mereka kemudian bekerja sama dengan agensi periklanan yang ingin memasarkan produk dengan target pengguna Facebook yang lebih spesifik.

CubeYou mengumpulkan data berupa usia, jenis kelamin, lokasi bekerja dan tempat mengenyam pendidikan, sampai informasi keluarga dan hubungan asmara.

Belum selesai, CubeYou juga meminta akses tergadap nama depan, nama belakang, email, nomor telepon, alama IP, identitas ponsel, dan jejak berselancar di internet.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.