Andy Rubin Bantah Tutup Essential?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 28 May 2018 10:22 WIB
android
Andy Rubin Bantah Tutup Essential?
Email Andy Rubin kepada pegawai Essential Products menyebut dirinya tidak berencana untuk menutup perusahaannya.

Jakarta: Beberapa hari lalu, perusahaan milik bapak Android Andy Rubin, Essential Products dilaporkan membatalkan pengembangan dari ponsel Essential selanjutnya, saat rumor terkait rencana Rubin untuk menjual perusahaan beredar.

Salah satu unggahan Rubin di Twitter menyebut bahwa perusahaannya masih mengembangkan produk mobile dan rumah.

Rumor yang beredar menyebut Essential Products tengah mengembangkan speaker cerdas. Situasi ini berubah, didukung bocoran email yang dikirimkan Rubin kepada pegawainya.

Dalam email tersebut, Rubin menyebut bahwa eksekutif perusahaan termasuk dirinya, tidak akan menutup perusahaan.

Rubin juga menyebut bahwa Essential akan berdiskusi dengan bank untuk membantu permasalahan finansialnya, namun menyebut perusahaan berpeluang untuk dijual sebagai bagian dari kesepakatan finansial.

Rubin juga menjelaskan bahwa seluruh bocoran yang beredar menyebabkan berkembangnya rumor dan spekulasi di masyarakat, lebih menyulitkan perusahaan untuk mendapatkan kesepatakan yang sesuai dengan pihak bank.

Rubin menyebut di email bahwa dirinya akan terfokus untuk memenangkan kompetisi dan tidak mengeluh.

Produk pertama dan satu-satunya Essential Products hingga saat ini adalah Essential Phone (PH-1), smartphone Android ini berbekal layar LCD 5,7 inci dengan bezel tipis dan kamera belakang ganda.

Ponsel ini merupakan perangkat pertama yang mengusung desain laya berponi, tiga setengah bulan lebih dahulu jika dibandingkan Apple iPhone X.

Perangkat ini dipasarkan dengan harga awal USD699 (Rp9,8 juta), namun telah mengalami sejumlah pemangkasan harga. Pada bulan lalu, ponsel cerdas ini ditawarkan di Amazon seharga USD399,99 (Rp5,6 juta). Selain itu, Essential Products dilaporkan telah menjual sebanyak 150 ribu unit Essential Phone hingga saat ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.