Industri Telekomunikasi Berperan Besar di Perkembangan IoT

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 04 Jul 2018 20:49 WIB
telekomunikasi
Industri Telekomunikasi Berperan Besar di Perkembangan IoT
Industri telekomunikasi disebut memiliki peran penting dalam perkembangak teknologi IoT.

Jakarta: IoT menjadi salah satu bagian dari industri teknologi yang tengah menjadi bahan pembicaraan di berbagai kalangan, termasuk kalangan di industri telekomunikasi. Industri telekomunikasi ini juga disebut memiliki peran penting untuk pengembangan teknologi IoT.

"Pemerintah hanya menyiapkan rambu-rambunya, Telko yang punya banyak data. Semoga ini bisa dimanfaatkan untuk membantu dorong industri untuk berkembang lebih baik," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abriajani Pangerapan.

Sementara itu, Deputy EGM Big Data IoT & Research Telkom Indonesia menyebut bahwa industri telekomunikasi bertanggung jawab untuk menyediakan konektivitas. Sementara itu, konektivitas yang dapat digunakan oleh IoT berbeda dengan jaringan seluler seperti 4G.

Bidang konektivitas ini terdiri dari tiga konsentrasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan. Ketiga konsentrasi ini termasuk NB-IoT untuk kebutuhan wireless, dengan bandwith terlebar, Long Range Access, dan SixFox. Sementara itu, untuk saat ini jaringan yang baru dapat digunakan secara legal di Indonesia adalah NB-IoT.

"Konektivitas IoT berbeda jika dibandingkan dengan konektivitas jaringan kita kenal saat ini." ujar Head of IoT & Vertical Apps Solutions Indosat Ooredoo Hendra Sumiarsa.

Semuel menyebut saat ini pemerintah tengah berupa merangkul pelaku industri terkait IoT untuk menetapkan standar dan protokol interkoneksi. Hal ini ditujukan agar pertukaran data antara pelaku terjaga dan tidak terjadi intervensi.

Sehingga data yang ditukar antara penyedia layanan IoT tidak mengalami perubahan. Regulasi yang tengah digodok pemerintah sebagai fasilitator terkait dengan regulasi juga ditujukan agar pelaku yang masing-masingnya memiliki pasar berbeda tetap dapat berkomunikasi dengan baik.

Disinggung soal waktu regulasi tersebut ditetapkan, Semuel mengaku perlu mengonfirmasikannya dengan divisi terkait.

Sementara itu, perkembangan dan manfaat teknologi IoT untuk bisnis juga akan dibahas pada ajang Asia IoT Business Platform 2018 yang akan diselenggarakan pada 28 hingga 29 Agustus 2018 di Jakarta mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.