Google Rambah Industri Game via Layanan Streaming?

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 02 Jul 2018 12:38 WIB
google
Google Rambah Industri Game via Layanan Streaming?
Google dikabarkan berencana untuk merambah industri game video via layanan streaming dan perangkat serupa konsol.

Jakarta: Google dikabarkan berencana untuk merambah industri game video dan dikabarkan tengah mengembangkan layanan baru atau perangkat serupa konsol.

Informasi ini dilaporkan via situs Kotaku, menyebut sejumlah sumber mengklaim telah menerima pemberitahuan dari Google terkait hal tersebut.

Menurut sumber tersebut, perjalanan Google di industri game video masih dalam tahap perencanaan. Namun, dengan perluasan yang dilakukan Google selama beberapa tahun terakhir, informasi ini diduga kuat akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat.

Selain itu, juga beredar rumor yang menyebut bahwa Google akan meluncurkan layanan streaming game dengan kodenama Yeti. Selain rumor yang telah beredar sejak bulan Februari lalu ini, kesiapan Google juga dipertanyakan terkait dengan peluncuran perangkat konsol karyanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, meski telah berinvestasi pada bisnis hardware melalui berbaga lini perangkat, Google masih terfokus pada software dan layanan.

Jika rencananya merambah industri game video terwujud, Google diperkirakan akan menjadikan layanan streaming sebagai langkah awal, dan menyediakannya di sejumlah platfrom berbeda.

Layanan ini diperkirakan akan dilengkapi dengan perangkat yang terfokus pada hardware serupa NVIDIA Shield, dan akan ditawarkan dengan harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan Sony, Microsoft dan Nintendo. Pendekatan Google diperkirakan terbagi menjadi tiga langkah.

Pendekatan tersebut termasuk platform serupa layanan streaming, perangkat, dan upaya untuk bekerja sama pengembang game video, meski masih belum diketahui bentuk kerja sama berupa proses perekrutan atau melalui akuisisi.

Dengan meluncurkan layanan streaming game serta perangkat Google dinilai mampu menawarkan perangkat lebih terjangkau namun dengan konsumsi daya lebih rendah sehingga dapat lebih kompetitif, karena membebankan proses rendering game pada server Google.

Selain itu, layanan dan perangkat Google ini juga akan membutuhkan koneksi internet stabil dan cepat, terutama untuk kompetisi game online. Game ini merupakan salah satu hambatan terbesar terkait dengan tipe layanan streaming game.

Di sisi lain, Google memiliki Google Fiber meski ketersediaannya saat ini masih terbatas. Namun, Google dikabarkan berencana memperluas ketersediaan Google Fiber dalam jangka waktu. Hal ini dinilai akan menjadi faktor pendukung terbaik dalam rencana Google merambah industri tersebut.

Perwakilan Google menghadiri ajang E3 pada tahun ini dan diperkirakan bertemu dengan berbagai pengembang untuk mencoba membujuk mereka bekerja sama terkait dengan ide ini. Tidak tersedia informasi terkait proses dari upaya Google tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.