Melihat Kemampuan Potret Ponsel Tiga Kamera Huawei P20 Pro

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 02 Jul 2018 23:57 WIB
huawei
Melihat Kemampuan Potret Ponsel Tiga Kamera Huawei P20 Pro
Triple Camera alias tiga kamera sekaligus di kamera belakang smartphone.

Jakarta: Beberapa tahun belakangan, fitur kamera belakang ganda di smarpthone sudah laris manis. Smartphone di rentang harga Rp1 juta juga sudah berani menyertakan fitur ini.

Aspek kamera di smartphone khususnya kamera belakang terus digenjot inovasinya. Alasannya adalah karena mobile photography lahir dari kamera di smartphone yang berawal dari kamera belakangnya.

Berdasarkan pengamatan Medcom.id, ada dua hal yang secara umum menjadi pencapaian kamera, yakni ukuran dari megapixel yang semakin besa,r serta teknologi yang turut hadir dengan bertambahnya jumlah kamera.

Tren kamera ganda hadir dengan membawa efek Bokeh yang umumnya hadir sebagai keahlian dari perangkat kamera seperti SLR maupun DSLR ke smartphone. Hasilnya hampir mengejar efek Bokeh yang ditawarkan oleh kamera SLR maupun DSLR.

Huawei adalah salah satu vendor yang ikut dalam tren dual camera lewat varian Huawei P9 dan kemudian P10 dan seri lainnya. Keunikan kamera ganda Huawei saat itu adalah salah satu lensanya khusus menghasilkan foto hitam/putih yang didukung oleh kolaborasi dengan merek kamera legendaris Leica.

Dari kesuksesan tersebut Huawei mendobrak tren dengan menaikkan kelasnya menjadi triple camera, seperti yang dihadirkan kamera belakang Huawei P20 Pro.

Huawei P20 Pro yang masuk dalam seri flagship masih berkolaborasi dengan Leica untuk kemampuan triple camera yang dibawanya. Kamera belakangnya terdiri dari tiga lensa dengan resolusi megapiksel yang semakin tinggi sekaligus fungsi yang berbeda.

Lensa triple camera di Huawei P20 Pro terdiri dari kamera utama di bagian tengah dengan resolusi 40MP lensa RGB, kamera 20MP lensa Monochrome di bagian kiri dan yang paling kanan adalah kamera 8MP dengan lensa Telephoto.



Kamera utamanya lensa RGB 40MP dengan aperture atau bukaan lensa f/1.8 ukuran 27mm wide angle serta ukuran sensor 1/1,7 inci. Cukup besar untuk sensor kamera smartphone saat ini di pasar. Lensa ini digunakan sebagai kamera utama dalam menangkap foto.

Resolusi 40MP membantu kamera menghasil foto dengan ukuran lebih besar sehingga kualitas foto saat diperbesar masi tetap lebih tajam dan minim noise. Sementara kamera Monochrome dengan resolusi 20MP lensa ukruan 27mm dan aperture f/1.6 digunakan untuk menghasil foto dengan efek Monokrom.

Berbeda dengan efek filter Black/White yang ditemukan pada smartphone lain, efek Monochrom di Huawei P20 Pro diperoleh dari racikan Leica yang menghasil foto efek Monokrom tajam dan presisi kontrasnya. Tampilannya akan sangat berbeda dengan efek Black/White yang sekadar filter.

Lensa Moncohrome 20MP juga bekerja untuk membantu kamera utamanya membaca jarak antar foto sehingga mampu menghadirkan efek Bokeh lebih tajam dari kamera ganda.

Satu kamera lagi resolusi 8MP dengan lensa Telephoto. Angka resolusinya memang tidak besar, tapi dengan lensa Telephoto jangkauan 80mm serta bukaan lensa f/2,4 mampu menyediakan kemampuan zoom hingga 3x dengan kualitas foto yang tajam setara 8MP.

Umumnya hasil foto dari kamera yang melakukan zooming akan kurang bagus karena noise yang sangat banyak dan ketajaman foto yang berkurang akibat lensa sangta sensitif terhadap goyangan atau getaran saat smartphone digenggam. Di sini penggunaan lensa Telephoto yang memang untuk zooming jadi sangat terasa.



Kemampuan lensa Telephoto 8MP yang medukung fitur perbesaran atau zoom hingga 3x ditambah kemampuan zoom 2x dari lensa utamanya membuat Huawei P20 Pro memiliki fitur Hybrid Zoom yang membuatnya mampu melakukan zoom hingga 5x dengan hasil kualitas foto yang tajam, tidak goyang, serta warna yang tetap kuat.



Jadi kualitas hasil foto terbaik dari Huawei P20 Pro tidak terlepas dari kinerja ketiga kameranya sekaligus dalam beragam mode kamera yang tersedia. Dalam perbandingan hasil foto triple camera Huawei P20 Pro dengan kompetitor tampak bahwa hasil foto smartphone ini jauh lebih detil, tajam, dan menampilkan kesan dramatis tapi natural.



Mode manual masih menjadi keunggulan Huawei P20 Pro dibandingkan smartphone lain berkat triple camera yang dijelaskan tadi, tapi ada beberapa fitur menarik lainnya.

Misalnya, fitur Master AI atau pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dari prosesor Kirin 970 buatan Huawei yang tertanam di dalamnya. Teknologi tidak hanya membuat ketiga kameranya bisa saling bekerja sama, tapi kamera Huawei P20 Pro juga mampu mengenali objek yang difoto serta menyesuaikan mode foto terbaik untuk objek tersebut.

Ada fitur lain yang juga belakangan populer di smartphone yakni kemampuan  untuk menghasilkan video gerak lambat atau slow motion lewat Slo-Mo. Kamera Huawei P20 Pro mampu menghasilkan video slow motion paling lambat sekaligus halus yang ada di pasar smartphone.

Huawei P20 Pro menyajikan fitur perekaman video slow motion dengan tingkat framerate lebih tinggi yakni 960fps, dibandingkan dengan smartphone kompetitor dengan fitur serupa video hasil Huawei P20 Pro bisa menyajikan tingkat slow motion jauh laambat dan dramatis.



Bahkan Slo-Mo di Huawei P20 Pro tersedia dalam beberapa opsi kecepatan mulai dari 960fps sebagai paling lambat lalu 480 fps serta 240fps yang sedikit lebih cepat.



Melihat seluruh fitur yang dibawa oleh kemampuan Huawei P20 Pro pertama kali di dunia, tampaknya smartphone ini dalam beberapa tahun akan menjadi model inovasi kamera smartphone yang lainnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.