Google Assistant Terima Fitur Baru di Wear OS

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 04 May 2018 16:17 WIB
google
Google Assistant Terima Fitur Baru di Wear OS
Google meluncurkan rangkaian fitur baru pendukung Assistant di smartwatch bersistem operasi Wear OS.

Jakarta: Google baru saja mengumumkan rangkaian fitur baru yang tersedia untuk Assistant pada Wear OS.

Pengumuman ini dinilai sedikit mengejutkan, sebab Google dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk Google I/O, acara terbesar yang diselenggarakannya pada setiap tahun.

Fitur baru yang diumumkan ditujukan untuk menjadikan Google Assistant lebih nyaman saat digunakan. Saran cerdas kini tersedia untuk pengguna Google Assistant, dan kini dapat dipilih secara kontekstual berdasarkan pernyataan atau balasan terkait untuk dapat melanjutkan percakapan.

Selain itu, fitur lainnya adalah opsi untuk mendengarkan jawaban pengguna dan bukan membaca jawaban tersebut di smartwatch. Sehingga pengguna tetap dapat memperoleh jawaban dari pertanyaan yang disampaikan kepada Google Assistant saat tengah dalam kondisi tidak dapat menatap smartwatch dan tengah menggunakan headphone Bluetooth.

Namun, fitur yang diunggulkan Google pada update ini adalah Actions, fitur baru yang kini tersedia untuk seluruh smartwatch Google pengguna sistem operasi Watch OS.

Dengan Actions, pengguna dapat menggunakan suara untuk mengendalikan perangkat cerdas yang terhubung atau meminta informasi lain.

Menurut Google, fitur baru yang diumumkannya akan digulirkan ke seluruh smartwatch Wear OS dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu bersama dengan Facebook, Google menerima tuntutan hukum dari sejumlah perusahaan media di Australia karena dinilai merusak persaingan usaha di wilayah tersebut.

Selain itu, Google dikabarkan akan membantu wirausahawan teknologi muda, Michael Sayman untuk membuat dan meluncurkan startup gaming sosial.

Proyek yang dinamai Arcade ini tidak akan terhubung dengan media sosial yang ada saat ini, dan sebagai gantinya, pengguna akan membuat akun baru berdasarkan nomor ponsel mereka.

Google mengonfirmasi keberadaan Arcade pada Bloomberg. Namun, Google enggan memberikan informasi lain selain proyek ini akan "fokus pada bermain game mobile bersama teman."

Google juga meniru buku Amazon, berisi kemampuan yang dimiliki oleh Alexa, dan memperkenalkan review pengguna untuk aplikasi Google Assistant dan integrasinya.


(MMI)

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?
Review Smartphone

Xiaomi Mi A2 Lite, Layak Anda Beli?

2 days Ago

Seperti apakah Xiaomi Mi A2 Lite? Apakah ponsel ini bisa memikat hati? Berikut ulasan Medc…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.