Samsung dan Xiaomi Masih Kuasai Pasar Ponsel India

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 20 Jul 2018 11:03 WIB
smartphone
Samsung dan Xiaomi Masih Kuasai Pasar Ponsel India
Ilustrasi.

Jakarta: Sebagai pasar smartphone, Amerika Serikat telah menjadi jenuh. Karena itu, tidak heran jika perusahaan pembuat smartphone kini fokus pada India untuk meningkatkan pangsa pasar mereka. 

Pada Q2, Samsung dan Xiaomi terus memimpin di India. Masing-masing dari kedua perusahaan itu mengirimkan 9,9 juta ponsel di negara tersebut, menurut data dari Canalys.

Bersama, Samsung dan Xiaomi berkontribusi 60 persen dari total pengiriman smartphone di India, naik dari 43 persen tahun lalu. Sementara itu, Vivo menguasai 11 persen pangsa pasar dan Oppo 10 persen. 

Menurut laporan The Verge, ponsel Samsung yang paling populer adalah Galaxy J2 Pro, ponsel yang awalnya ditujukan untuk para murid di Kora Selatan yang tidak memiliki akses ke internet.

Sementara Xiaomi, perusahaan asal Tiongkok itu berhasil menjual 3,3 juta unit Redmi 5A, ponsel kelas pemula dari Xiaomi dengan harga lebih terjangkau dari Redmi Note 5. 

Kedua perusahaan tumbuh secara signifikan pada Q2. Jika dibandingkan pada Q2 tahun lalu, pangsa pasar Xiaomi naik dari 18 persen menjadi 30 persen. Sementara kuartal ini adalah kuartal terbaik Samsung sejak 2015.



Analis Canalys TuanAnh Nguyen berkata bahwa Samsung "melawan balik" Xiaomi. "Mereka telah meluncurkan perangkat yang memang bersaing langsung dengan perangkat buatan Xiaomi dan fokus pada fitur kamera ponsel," katanya.

Sementara itu, Apple masih kesulitan untuk bersaing di India. Pada Q1 tahun ini, Apple gagal menarik hati konsumen India, yang lebih memilih untuk membeli smartphone kelas menengah atau pemula daripada iPhone.

Pada Q2, pangsa pasar Apple juga direbut oleh vendor Tiongkok, Vivo dan Oppo. ASUS juga berhasil meningkatkan pengiriman ponsel mereka hingga hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan Q1. Pengiriman iPhone di India justru jatuh 50 persen. 

Meskipun begitu, para analis Canalys menyebutkan bahwa Apple memiliki strategi jangka panjang yang akan menguntungkan mereka di masa depan. mereka fokus untuk menjual merek mereka dan bukannya bersaing dalam jumlah penjualan. Itu artinya, per perangkat, Apple mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pesaingnya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.