Google Siapkan Program Beta untuk YouTube Android

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 18 Oct 2018 09:14 WIB
youtubegoogle
Google Siapkan Program Beta untuk YouTube Android
Google mengumumkan program pengujian beta untuk YouTube versi Android, dan terbuka untuk seluruh pengembang.

Jakarta: Google baru saja melakukan update pada halaman Frequently Asked Questions (FAQ) aplikasi YouTube, menambahkan informasi terkait dengan program beta baru untuk pengguna Android. YouTube beta untuk pengguna yang ingin menguji fitur eksperimental.

Fitur tersebut diperkirakan akan tersedia pada versi akhir dari aplikasi YouTube. Android Beta Program YouTube ini terbuka untuk seluruh pengembang, namun Google meminta masyarakat untuk tidak mempublikasikan atau berbagi fitur yang diuji hingga secara resmi diluncurkan atau diumumkan.

Untuk menjadi penguji beta YouTube Android, pengguna perlu mengukuti sejumlah langkah. Pengguna juga dapat keluar dari program beta ini kapanpun diinginkan, dengan mengunjungi halaman khusus dan memilih untuk "meninggalkan program".

Saat mengunjungi halaman opt-in program pengujian beta ini, pengguna harus telah masuk ke Google Account. Kemudian, pilih opsi Become a tester atau menjadi penguji, lalu ikuti instruksi yang muncul di layar untuk mulai menggunakan YouTube Android versi beta.

Sementara itu, Google turut mengumumkan bahwa aplikasi YouTube Go telah diunduh dan diinstal oleh lebih dari 100 juta kali di Play Store. Jumlah ini mengindikasikan bahwa YouTube Go merupakan aplikasi Go paling populer di pasar saat ini.

Sebelumnya, YouTube versi mobile dan desktop sempat mengalami permasalahan, menyebabkan pengguna tidak dapat mengakses aplikasi tersebut. Mendapatkan laporan dari pengguna, tim YouTube mengonfirmasi permasalahan ini via Twitter dan berhasil memperbaikinya dalam kurun waktu sekitar dua jam kemudian.

YouTube juga mengumumkan kehadiran dukungan untuk pemutaran DVR pada sejumlah jaringan yang ditawarkan pada layanan YouTube TV. Sebelumnya, pengguna YouTube TV hanya dapat mengendalikan acara yang mereka tonton setelah tersedia di bagian on-demand.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.