Google Rilis Dua Aplikasi untuk Pengguna Tuna Rungu

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 05 Feb 2019 14:27 WIB
google
Google Rilis Dua Aplikasi untuk Pengguna Tuna Rungu
Google merilis dua aplikasi untuk membantu pengguna dengan kekurangan dalam hal pendengaran.

Jakarta: Google tengah berupaya meningkatkan keseharian pengguna Android dengan kekurangan dalam hal pendengaran dengan dua aplikasi, bernama Live Transcription dan Sound Amplifier.

Aplikasi Live Transcription ini berfungsi membantu pengguna dengan kekurangan dalam hal pendengaran sepenuhnya, sehingga dapat melakukan percakapan dengan masyarakat yang tidak dapat mengerti bahasa isyarat.

Sedangkan aplikasi Sound Amplifier dapat membantu pengguna dengan kekurangan dalam hal pendengaran di situasi sehari-hari.

Seperti namanya, Live Transcription berfungsi membuat transkrip terkait dengan ucapan, dihasilkan oleh sistem pengenalan percakapan otomatis berbasis cloud.

Transkrip ini secara otomatis ditampilkan pada layar sehingga pengguna dengan kekurangan dalam hal pendengaran dapat membaca dan merespon via percakapan atau teks. Google mengembangkan aplikasi ini dengan mitra di Gallaudet University untuk memastikan aplikasi menawarkan fitur penting.

Google juga menyebut bahwa aplikasi ini tersedia di lebih dari 70 bahasa saat diluncurkan.

Sound Amplifier membantu mengubah ponsel dan headphone pengguna tuna rungu menjadi alat bantu pendengaran. Tidak hanya membantu meningkatkan volume dari suara pelan, namun juga bertugas untuk menyaring suara di latar belakang sebaik mungkin.

Aplikasi ini dilaporkan memiliki opsi tuas geser untuk menemukan suara amplifikasi yang tepat dan pengurangan suara dari berbagai lingkungan.

Aplikasi Live Transcribe akan diluncurkan via program beta, sedangkan Sound Amplifier kini tersedia di Play Store dan dapat diunduh oleh perangkat yang menggunakan sistem operasi Android 9.0 Pie.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.