IoT adalah Kunci Making Indonesia 4.0

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 28 Nov 2018 16:08 WIB
IoT adalah Kunci Making Indonesia 4.0
Ilustrasi IoT.

Jakarta: Dalam Revolusi Industri ke-4, teknologi menjadi fokus utama di berbagai sektor. Lebih spesifik, teknologi yang menjadi enabler sekaligus backbone dari terciptanya Making Indonesia 4.0 adalah IoT (Internet of Things).

Hal ini terungkap dari diskusi berjudul IoT for Making Indonesia 4.0 yang digelar di Balai Kartini. IoT merupakan teknologi yang membuat semua perangkat dan komponen bisa terhubung dan bisa saling berkomunikasi berkat internet.

"Kalau di Jerman, inisiator 4.0 adalah pelaku industri. Sementara di Indonesia, pemerintah harus berinisiatif demi meningkatkan daya saing industri nasional," ungkap Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Achmad Rodjih Almanshoer.

"Sebagai inisiator, Kemenperin akan membuka delapan pusat pengembangan SDM terkait digitalisasi industri ini di seluruh Indonesia, di mana salah satunya adalah mengajarkan soal IoT," imbuhnya.

Tentu memanfaatkan koneksi internet untuk menghadirkan IoT juga harus sesuai izin dari pemerintah berwenang dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menurut pihak Kemenkominfo IoT buakn hanya soal menyediakan koneksi saja.

"Karena IoT itu tidak cukup hanya connectivity tetapi juga ekosistemnya, dan business model-nya sehingga bisa menciptakan efisiensi dan revenue bagi lebih banyak pelaku industri yang mau melakukan digitalisasi," tutur Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ismail.

Menurut Executive Vice President Divisi Enterprise Telkom, Judi Achmadi, menyatakan ada tiga faktor yang akan mendukung pertumbuhan IoT di Indonesia, yaitu tingginya pemanfaatan smartphone di Indonesia, populasi usia produktif di bawah 25 tahun yang berjumlah 2,5 miliar orang di dunia, dan Revolusi Industri 4.0.

Menumbuhkan ekosistem IoT di Indonesia bukan menjadi pekerjaan masing-masing pihak yang membutuhkan, tapi pekerjaan bersama di dalam negeri.

"Dari sisi konektivitas Indonesia ada di peringkat 64, masih di level starter digitalisasi yang bahkan kalah dengan Vietnam dua peringkat di atasnya. Namun bicara ekosistem IoT, kita tidak bisa bekerja sendirian, harus ada sinergi antara operator, regulator dan lainnya untuk meningkatkan konektivitas kita," Direktur ICT Strategy & Marketing dari Huawei Indonesia Mohamad Rosidi.

Founder IoT Forum, Teguh Prasetya, menyatakan IoT sudah menjadi Internet of Everything dalam berbagai lini perekonomian di Indonesia. Ia bahkan memperkirakan pada 2025 nanti, sekitar 70 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan disokong oleh industri berbasis IoT.

"Market IoT Indonesia pada 2022 diperkirakan Rp444 triliun, dan pada 2025 nanti menjadi Rp1.620 triliun. Sampai saat ini ada 250 perusahaan berekosistem IoT di Indonesia yang tumbuh dan berinvestasi disana. Kita tertinggal di 2G sampai 4G, jangan sampai tertinggal di IoT karena pasarnya masih luas," kata Teguh.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.