Pemerintah Fleksibel Soal Pencabutan Frekuensi Internux, Kenapa?

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 16 Nov 2018 22:22 WIB
kominfoteknologi
Pemerintah Fleksibel Soal Pencabutan Frekuensi Internux, Kenapa?
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut akan fleksibel terkait pencabutan izin frekuensi Bolt dan First Media.

Jakarta: Jelang batas akhir waktu pembayaran tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi PT Internux (Bolt) dan First media pada tanggal 17 November mendatang, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara masih akan tetap memantau perkembangan kasus ini.

"Sebetulnya ada dua isu yang berproses di pengadilan. Pertama yang berkaitan dengan hutang itu tunduk pada undang2 perdata. Kemudian, ada kalau masalah penggunaan frekuensinya tunduk kepada undang2 publik. Jadi dua hal yang bisa dipisahkan. Tapi kita lihatlah perkembangannya,” ujar Rudiantara saat ditemui di acara pembukaan LINE Creativate 2018.

Rudiantara turut menyebut pihak pemerintah akan mencoba melihat kasus ini dari segi kepraktisan dalam hal pencabutan izin penggunaan frekuensi untuk kedua perusahaan, mengingat tanggal 17 November jatuh pada hari Sabtu atau hari akhir pekan.

Namun hal ini, jelas Rudiantara, tidak menggugurkan batas waktu akhir PT Internux (Bolt) dan First media untuk menyelesaikan tunggakannya. Karenanya, jika hingga 17 November kedua perusahaan ini tidak membayarkan tunggakan mereka, proses pencabutan izin penggunaan frekuensi bisa tidak dilakukan pada tanggal tersebut.

Selain itu, Rudiantara mengaku komunikasi pada kedua perusahaan yang saat ini bermasalah tersebut tidak hanya dilakukan pihak instansi terkait saat terjadi insiden ini. Menurutnya komunikasi telah dilakukan berkali-kali, saat surat peringatan dikirimkan kepada keduanya.

Sebelumnya, berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kominfo pada operator, diketahui bahwa Internux menunggak BHP dengan total Rp343,57 miliar sementara First Media menunggak Rp364,84 miliar. Ini merupakan tunggakan sejak 2016 sampai 2017.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.