Pengadilan Jerman Batalkan Tuntutan Qualcomm

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 01 Feb 2019 10:40 WIB
applequalcomm
Pengadilan Jerman Batalkan Tuntutan Qualcomm
Pengadilan wilayah Munich Jerman dilaporkan membatalkan empat tuntutan Qualcomm terhadap Apple.

Jakarta: Pengadilan wilayah Munich, Jerman, dilaporkan membatalkan empat tuntutan hukum terkait pelanggaran paten yang didaftarkan Qualcomm terhadap Apple. Paten ini terkait kemampuan pencarian di Apple iPhone.

Sementara itu, masih terdapat empat tuntutan hukum lain terkait paten pencarian yang didaftarkan Qualcomm dan masih menunggu keputusan pengadilan. Pada bulan Desember lalu, pengadilan ini memenangkan Qualcomm atas tuntutan hukum yang didaftarkan terhadap Apple.

Bulan lalu, pengadilan wilayah Munich memerintahkan pelarangan penjualan Apple iPhone 7, iPhone 7 Plus, iPhone 8, dan iPhone 8 Plus di Jerman.

Sementara itu pada awal bulan ini, pengadilan wilayah Mannheim, Jerman, membatalkan tuntutan hukum pelarangan paten lain yang didaftarkan Qualcomm terhadap Apple karena dinilai tidak berdasar.

Namun, pengadilan diperkirakan akan merilis keputusannya untuk kasus kedua yang didaftarkan di Mannheim, yang juga mempermasalahkan pelanggaran Apple terhadap paten milik Qualcomm.

Selain itu, Qualcomm juga meminta pengadilan di Munich untuk mendenda Apple karena tidak sepenuhnya patuh terkait dengan pelarangan penjualan di Jerman.

Produsen chip ini menyebut bahwa siaran pers Apple terkait dengan kekalahan legal ini menyebut meski dilarang, model iPhone yang terdampak masih tetap akan dari peritel lain.

Kini, perwakilan Qualcomm menyebut bahwa Apple dengan jelas tidak sungguh-sungguh akan mematuhi peraturan tersebut, dan patut untuk didenda.

Pada awal bulan ini, Qualcomm menerima perintah pendahuluan terkait pelarangan Apple untuk menggunakan siaran pers tersebut.

Pelarangan penggunaan siaran pers ini disebabkan karena seolah mengindikasikan bahwa peritel dan operator memiliki persediaan iPhone yang disebutkan di tuntutan hukum Qualcomm dengan jumlah unit tidak terbatas.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.