Pengguna Netflix Baru tak Bisa Bayar via iTunes

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 29 Dec 2018 15:31 WIB
netflix
Pengguna Netflix Baru tak Bisa Bayar via iTunes
Netflix tidak lagi menerima iTunes sebagai metode pembayaran untuk pelanggan baru.

Jakarta: Netflix tidak lagi menerima pembayaran melalui iTunes. Sebelum ini, mereka memang telah melakukan eksperimen, melarang pengguna iOS di berbagai negara untuk melakukan pembayaran via iTunes.

Kepada VentureBeat, mereka mengatakan bahwa mereka akan melakukan hal ini secara global.

"Kami tidak lagi menerima iTunes sebagai metode pembayaran untuk para pelanggan baru," kata juru bicara Netflix. Sementara orang-orang yang telah melakukan pembayaran via iTunes akan tetap bisa melakukan pembayaran melalui iTunes. 

Netflix tidak menjelaskan kapan tepatnya perubahan ini akan berlaku di global. Namun, seorang juru bicara memperkirakan bahwa Netflix melakukan perubahan ini mulai akhir bulan lalu.

Dia juga mengatakan, pelanggan yang telah membatalkan langganannya dan ingin kembali berlangganan, tidak akan bisa melakukan pembayaran via iTunes. 

Keputusan Netflix ini menunjukkan adanya ketegangan antara developer aplikasi dengan distributor aplikasi, yaitu Google dan Apple.

Para developer telah meminta Apple dan Google untuk menurunkan biaya yang mereka minta setiap terjadi transaksi pada aplikasi yang muncul di toko aplikasi mereka.

Apple dan Google sama-sama meminta biaya 15 persen dari biaya berlangganan pada aplikasi yang ada di platform mereka. Dulu, keduanya meminta 30 persen. Mereka telah menurunkan biaya yang mereka minta. 

Sekarang, para pengguna iPhone dan iPad yang ingin berlangganan harus mengunjungi situs Netflix jika mereka ingin mulai berlangganan. Sementara di Android, Netflix mencegah pengguna untuk melakukan pembayaran melalui Play Store sejak bulan Mei. 

Netflix bukanlah satu-satunya aplikasi yang keberatan dengan biaya yang ditetapkan oleh Apple dan Google. Layanan streaming musik Spotify, media Financial Times, developer Fortnite Epic Games, dan developer Steam, Valve juga sempat mengalami masalah dengan Apple dan Google. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.