Sejak 2011, Ratusan Orang Mati karena Selfie

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 08 Oct 2018 10:55 WIB
selfie
Sejak 2011, Ratusan Orang Mati karena Selfie
Ilustrasi.

Jakarta: Secara global, sebanyak 259 orang mati karena mengambil selfie, menurut studi yang dirilis di Journal of Family Medicine and Primary Care.

Dalam studi itu, para peneliti dari All India Institute of Medical Scinces, grup universitas negeri medis di New Delhi meninjau laporan tentang kematian terkait selfie yang muncul sejak Oktober 2011 sampai November 2017. 

Para peneliti menemukan, kebanyakan kematian akibat selfie terjadi di India, diikuti oleh Rusia, Amerika Serikat dan Pakistan. Sebanyak 72 persen korban itu adalah laki-laki yang berumur di bawah 30 tahun, menurut laporan CNN

Lebih dari 50 persen kematian akibat selfie -- untuk lebih tepatnya 159 kasus -- terjadi di India sejak 2011.

Para peneliti menganggap, alasan tingginya angka kematian karena selfie ini karena besarnya populasi anak muda India. Memang, India memiliki populasi di bawah umur 30 tahun terbesar di dunia. 

Meskipun wanita biasanya mengambil lebih banyak selfie dari pria, para peneliti menemukan bahwa laki-laki biasanya lebih bersedia untuk mengambil selfie dengan pose berbahaya, seperti berdiri di ujung tebing.

"Inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian atau kecelakaan untuk laki-laki," kata para peneliti. 

Tenggelam adalah alasan utama kematian terkait selfie. Biasanya, orang-orang yang meninggal tenggelam ketika mereka terjatuh dari kapal atau terbawa ombak ketika mengambil foto selfie. Penyebab kematian tertinggi lainnya adalah "transportasi". Misalnya, orang yang meninggal karena mengambil selfie di depan kamera yang sedang berjalan. 

Penyebab kematian tertinggi ketiga adalah api dan jatuh dari tempat tinggi. Sementara itu, delapan orang mati karena mengambil selfie dengan binatang berbahaya.

Di AS, penyebab utama kematian terkait selfie adalah senjata api. Biasanya, kematian ini disebabkan oleh keinginan untuk mengambil selfie dengan senjata api. 

Studi ini menyebutkan, laporan kematian akibat selfie lebih sedikit dari yang sebenarnya. Dalam studi itu, dikatakan bahwa orang yang meninggal karena ingin mengambil selfie sambil berkendara dan mati karena kecelakaan akan dianggap sebagai kecelakaan yang mematikan.

Selain itu, ada beberapa kejadian di negara berkembang yang tidak melaporkan tentang kematian akibat selfie

Angka kematian akibat selfie juga terus naik. Pada 2011, dilaporkan hanya ada tiga kasus kematian karena mengambil selfie. Pada 2016, angka itu naik menjadi 98 kasus. 

"Selfie itu sendiri bukan masalah, tapi perilaku manusia terkait selfie itu berbahaya. Orang-orang harus diajarkan tentang perilaku berbahaya dan tempat berbahaya yang seharusnya tidak menjadi tempat mengambil selfie," tulis laporan itu. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.