ZenFone 4 dan Strategi Baru ASUS di Pasar Ponsel

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 21 Aug 2017 15:00 WIB
asuszenfone 4
ZenFone 4 dan Strategi Baru ASUS di Pasar Ponsel
CEO ASUS, Jerry Shen (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Taipei: Untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat di pasar ponsel, setiap produsen ponsel memang memiliki strategi pemasaran tertentu. Ada produsen yang lebih memilih untuk memproduksi produk unggulan yang ingin unggul di segala sisi. Ada pula yang hanya unggul di satu sisi.

Namun untuk ASUS, mereka berusaha menyediakan banyak ponsel yang masing-masing memiliki keunggulan di sisi tertentu. Hal tersebut tercermin ketika jajaran ponsel ZenFone 4 dirilis.

"Kami menggunakan tiga tema untuk ZenFone 4 kali ini. Pertama adalah fotografi, lalu selfie, kemudian daya tahan baterai. Ketiganya mencakup tiga fokus pengguna ponsel saat ini," ujar CEO ASUS, Jerry Shen saat diwawancarai oleh Metrotvnews.com.

"Kami ingin setiap segmen pengguna tersebut mendapatkan pengalaman yang terbaik dari ponsel yang kami hadirkan kali ini."

ASUS memang merilis cukup banyak varian ZenFone 4. Secara umum, ponsel baru tersebut dibagi dalam tiga kategori, yaitu kategori kamera profesional, kamera selfie, dan daya tahan baterai. Masing-masing kategori memiliki dua versi, yaitu versi standar dan "Pro" yang menawarkan spesifikasi lebih baik namun harganya lebih tinggi.

Secara umum, ZenFone 4 memang dibanderol dengan harga tinggi sehingga jajaran ponsel ASUS tersebut sudah dikategorikan sebagai ponsel premium. Ini sangat berbeda dengan produk smartphone pertama ASUS yang lebih menyasar kelas menengah-bawah. Kali ini, ASUS tampak akan lebih serius menggarap ponsel premium ketimbang ekonomis seperti dulu.



"ASUS ZenFone 4 merupakan produk premium. Produk ini ditujukan untuk 'pengguna premium' yang sudah pasti bisa membeli dengan harga premium," jelas Shen.

Strategi pasar ASUS yang kini beralih ke produk ponsel premium juga diperjelas melalui penggunaan nama ZenFone 4. Sebagaimana yang telah diketahui, Zenfone 4 merupakan ponsel Android pertama ASUS yang ditujukan untuk kelas menengah-bawah. Alasan ASUS menggunakan nama ZenFone 4 kembali adalah agar "image" ponsel tersebut berubah menjadi produk premium.

"Kami ingin mengubah image ZenFone 4 menjadi sebuah produk premium di mata para pengguna. Selain itu, kami juga ingin agar konsumen kami bisa melihat bagaimana kami berevolusi, serta bagaimana kami berusaha memperbaiki produk kami hingga kini mampu memberikan pengalaman yang terbaik kepada mereka," lanjut Shen.

Untuk pasar Indonesia sendiri, Shen mengaku ZenFone 4 Selfie Pro merupakan varian yang akan paling populer. Ponsel tersebut memang diciptakan untuk penggemar selfie dan hadir dengan dua kamera depan. Selfie sendiri saat ini masih menjadi salah satu tren penggunaan ponsel paling populer di Indonesia, sehingga wajar jika ASUS juga mengincar pasar tersebut.

ZenFone 4 Selfie Pro sendiri dipastikan masuk Indonesia pada bulan Oktober mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.