Threadripper Awalnya Produk "Iseng" Insinyur AMD

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 07 Sep 2017 19:50 WIB
amd
Threadripper Awalnya Produk
Prosesor AMD Ryzen Threadripper

Metrotvnews.com: Masih ingat dengan Ryzen Threadripper yang merupakan prosesor High End Desktop (HEDT) generasi terbaru dari AMD? Prosesor tersebut memang diumumkan secara tidak terduga pada Computex 2017 kemarin dan membuat banyak pihak terkejut. Pada saat diumumkan, tidak ada yang mengira jika AMD bakal kembali tampil kembali di pasar HEDT yang selama ini dikuasai Intel.

Namun, ada cerita unik di balik pengembangan Ryzen Threadripper. Prosesor HEDT tersebut ternyata tidak hanya membuat konsumen dan media terkejut, tetapi juga membuat jajaran petinggi AMD kaget. Pasalnya, Threadripper awalnya bukan merupakan produk yang ada di dalam rencana AMD. Prosesor tersebut dikembangkan secara rahasia oleh insinyur AMD di sela-sela pekerjaannya ketika mengembangkan prosesor Ryzen.

"Threadripper pada awalnya bukan merupakan proyek yang masuk ke dalam roadmap AMD. Proyek pengembangannya lebih ke arah pribadi dan hanya dikerjakan sebagai kegiatan sampingan," ujar salah satu tim komunikasi AMD, Sarah Youngbauer, seperti dikutip dari Forbes. "Threadripper juga awalnya dikerjakan oleh kelompok insinyur dalam jumlah kecil dan yang mereka inginkan hanya sebuah prosesor kencang dari arsitektur Zen."

Adalah Intel yang sebenarnya membuat AMD memutuskan untuk membuat Threadripper produk sesungguhnya. Sebelum ada Threadripper, AMD hanya berencana merilis Ryzen dan Epyc. Namun keduanya tidak akan bisa menantang jajaran prosesor Intel di segala segmen. Intel masih memiliki Extreme Platform yang dirancang khusus untuk para enthusiast dan profesional.

Untuk menutup "celah" tersebut, AMD memutuskan untuk menggunakan proyek Threadripper dan menjadikannya prosesor HEDT. Sejauh ini, rencana AMD berhasil dan hingga saat ini Threadripper masih menjadi prosesor HEDT dengan konfigurasi core dan thread terbanyak yang pernah ada.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

23 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.