Demi Tangkal Konten Negatif, Komisi Uni Eropa Kejar Raksasa Internet

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Sep 2017 12:49 WIB
teknologi
Demi Tangkal Konten Negatif, Komisi Uni Eropa Kejar Raksasa Internet
Uni Eropa sepakat bahwa konten negatif merupakan ancaman serius bagi mereka apalagi kebanyak masih mengalami xenophobia

Metrotvnews.com: Uni Eropa memberikan sinyal terakhir kepada setiap perusahaan internet yang beroperasi di wilayahnya.

Mereka diminta segera melakukan tindakan dan memberikan laporan perihal menangkal konten negatif seperti hate speech, hoax dan terorisme. Jika terlambat, maka perusahaan internet harus menerima sanksi denda.

Dilaporkan oleh The Verge, Uni Eropa menunggu laporan dan langkah serius dari setiap perusahaan internet, sebelum mereka meresmikan hukum dan panduan khusus tentang konten negatif. Kabarnya, dalam peraturan yang akan diresmikan, tercantum berapa denda yang harus dibayarkan oleh perusahaan internet.

"Hukum ini akan berlaku di dunia nyata maupun maya, kami tidak bisa membiarkan ranah dunia maya menjadi sebuah Wild West. Pernyataan dan rencana yang sudah kami sepakati bersama dengan Facebook, Twitter, Google, dan Microsoft sebagai bukti kami sebagai pemerintah aktif tidak tinggal diam menyerahkan segala urusannya kepada mereka. Jika mereka lalai, maka kami yang akan bertindak," jelas Commissioner for Justice, Consumer, and Gender Equality Uni Eropa, Vera Jourová.

Untuk mempercepat langkah tersebut, komisi Uni Eropa sudah menagih kontak perwakilan tiap perusahaan yang bisa dihubungi, ketika sebuah konten negatif ditemukan. Pada intinya, komisi Uni Eropa ingin perusahaan teknologi bisa bertindak lebih cepat menangkal konten negatif dalam kurun waktu sebelum 24 jam, bahkan sebelum konten tersebut diketahui pengguna internet lain.

Komisi Uni Eropa juga menginstruksikan setiap perusahaan internet mensosialisasikan dan menjelaskan cara mereka betindak terhadap laporan mengenai konten negatif dan memberikan rincian konten negatif itu apa saja.

Commissioner for Digita Economy and Society Uni Eropa, Mariya Gabriel menuturkan bahwa perusahaan internet atau teknologi masih kurang tanggap dan cepat merespon kehadiran konten negatif, sehingga Uni Eropa bersuara lantang kali ini.

"Dari 28 persen kasus yang dilaporkan kepada penyedia layanan, sebagian besar membutuhkan waktu lebih dari 1 minggu untuk ditarik dari peredaran dunia maya," ungkapnya.

Uni Eropa rencananya akan membentuk badan sendiri untuk mengawasi kinerja para perusahaan internet dan teknologi dalam mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikannya. Komisi Uni Eropa dalam pengumumannya menyarankan bahwa perusahaan internet dan teknologi mulai berinvestasi ke sebuah teknologi pintar untuk deteksi dini tiap konten negatif yang diunggah ke internet.


(MMI)

Video /