Hacker Curi Rp81,6 Miliar dari Bank di Rusia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 18 Feb 2018 10:30 WIB
cyber security
Hacker Curi Rp81,6 Miliar dari Bank di Rusia
Hacker curi miliaran rupiah dari bank di Rusia. (Juice / Rex / Shutterstock)

Jakarta: Hacker yang tidak diketahui identitasnya mencuri RUB339,5 juta (Rp81,6 miliar) dari sebuah bank asal Rusia tahun lalu menggunakan sistem pesan pembayaran internasional, SWIFT, ungkap bank sentral Rusia pada hari Jumat. 

Pernyataan ini muncul di bagian akhir dari laporan bank sentral terkait pencurian digital yang terjadi di sektor perbankan Rusia. Ini adalah serangan siber terbaru yang menggunakan metode permintaan palsu untuk melakukan transfer uang, lapor Reuters

Bank sentral Rusia menyebutkan bahwa mereka telah mendapatkan informasi tentang "serangan siber yang terjadi di tempat kerja dari seorang operator sistem SWIFT."

"Jumlah transaksi yang terjadi akibat serangan ini mencapai 339,5 juta rouble," kata bank sentral Rusia.

Setelah laporan bank sentral dipublikasikan, juru bicara bank tersebut mengatakan bahwa para hacker telah mengambil alih kendali atas sebuah komputer di sebuah bank Rusia dan menggunakan sistem SWIFT untuk memindahkan sejumlah uang ke rekening mereka sendiri. 

Juru bicara itu menolak menyebutkan nama bank yang menjadi korban. Mengutip Deputy Head dari departemen keamanan bank sentral, Artem Sychev, juru bicara itu mengatakan bahwa ini adalah "skema yang biasa terjadi."

Sementara itu, juru bicara dari SWIFT, yang sistem pengirim pesannya digunakan untuk mentransfer uang sebesar triliunan dollar setiap harinya menolak untuk berkomentar terkait entitas tertentu. 

"Ketika sebuah kasus penipuan dilaporkan pada kami, kami memberikan bantuan kami pada pengguna yang terkena masalah untuk membantu mereka mengamankan sistem mereka," kata sang juru bicara, Natasha de Terran. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.