Berita Palsu Menyebar Lebih Jauh dan Lebih Cepat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 09 Mar 2018 13:08 WIB
media sosialtwitterhoax
Berita Palsu Menyebar Lebih Jauh dan Lebih Cepat
Penelitian baru menunjukkan bahwa berita palsu menyebar dengan lebih cepat. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)

Jakarta: Menurut studi yang dilakukan oleh MIT, berita bohong menyebar lebih jauh, lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang daripada berita sebenarnya.

Di Twitter, kemungkinan berita palsu mendapatkan retweet 70 persen lebih tinggi dari berita asli. Selain itu, berita asli memerlukan waktu yang lebih lama untuk menjangkau 1.500 orang jika dibandingkan dengan berita palsu.

Tidak hanya itu, berita palsu juga lebih sering mendapatkan retweet dengan tingkat riam -- rantai tweet yang tak terputus -- yang beragam. 

Kenapa berita palsu lebih mudah tersebar? Menurut Sinan Aral, profesor di MIT Sloan School of Management dan salah satu penulis dari studi tersebut, itu karena berita palsu lebih menarik.

"Berita palsu itu lebih sensasional dan orang-orang lebih sering membagikan informasi sensasional," katanya. Selain itu, membagikan berita palsu juga membuat sebagian orang terlihat seperti seorang ahli, lapor Market Watch

Studi ini memelajari berbagai jenis berita -- termasuk politik, bisnis, terorisme, sains, hiburan dan bencana alam. Dari semua jenis berita itu, berita palsu berbau politik adalah yang paling cepat menyebar dan menyebar paling jauh. 

Para peneliti juga menemukan, orang-orang yang berkontribusi pada penyebaran berita palsu adalah mereka yang memiliki seidkit follower, mengikuti sedikit orang, tidak terlalu aktif dan belum menggunakan Twitter terlalu lama.

Dalam penelitian ini, para peneliti juga mencari tahu peran bot dalam penyebaran berita palsu. Menariknya, mereka menemukan bahwa manusia adalah pihak di balik luasnya penyebaran berita palsu. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.