MWC 2018

Kecerdasan Buatan ASUS Lebih Nyata di ZenFone 5

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 02 Mar 2018 17:38 WIB
asuskecerdasan buatanmwc 2018zenfone 5
Kecerdasan Buatan ASUS Lebih Nyata di ZenFone 5
ASUS ZenFone 5 punya kecerdasan buatan untuk produktivitas

Barcelona: Dalam peluncuran ASUS ZenFone 5 di MWC 2018 di Barcelona, Spanyol, ASUS mengumumkan satu hal yang belum pernah mereka pamerkan selama ini. CEO ASUS Jerry Shen menyebutkan kecerdasan buatan dalam rumpun ZenFone 5 menjadi fitur unggulan berikutnya.

Pengembangan kecerdasan buatan untuk produktivitas sehari hari ini merupakan hasil kerja sama ASUS dengan Qualcomm melalui prosesor Snapdragon.

Kecerdasan buatan ini kemudian ditanam pada antarmuka teranyar ZenUI 5.0. Setidaknya ada enam fungsi AI yang dipasang. Salah satu yang cukup menyita perhatian saya adalah pengaturan otomatis volume nada dering dengan memahami lingkungan sekitar.

“Saat ada telepon masuk, ZenFone 5 bisa menyesuaikan intensitas suara. Ketika Anda berada di lingkungan yang bising, volume akan mengeras sendiri,” kata Global Marketing Head of Systems Business Group ASUS, Marcel Campos. Kecerdasan buatan ini juga bisa mengetahui bayi yang sedang tertidur. Nada dering akan kecil secara otomatis agar tidak mengganggu.

Fungsi AI kedua terpasang pada pengisian baterai. “Kami tahu betul pengguna mengisi baterai smartphone mereka menjelang tidur malam. Ponsel kami bisa memahami pola pengisian baterai pengguna, sehingga nantinya mampu menjaga usia pemakaian,” kata Campos.

Dia memberikan contoh, Saat mengisi baterai pada pukul 9 malam, ZenFone 5 akan menghentikan pengisian ketika sudah 80 persen. Pengisian daya sampai penuh baru berlanjut pada pukul lima pagi. Ini bisa mencegah asupan listrik yang masuk secara berlebihan.

ASUS juga memasang AI untuk kamera ZenFone 5. Melalui ZenUI 5.0, kamera belakang dengan sensor Sony IMX teranyar mampu mengenali setidaknya 16 macam objek. Saat diarahkan, kamera akan mengidentifikasi objek seperti makanan, manusia, tanaman, salju, atau langit, dan menampilkannya Iayar.

“Kecerdasan buatan memungkinkan performa ponsel meningkat saat diperlukan. Ini artinya, saat ponsel tidak dipakai secara intensif, daya baterai bisa tahan lebih lama,” lanjut Campos ketika menjelaskan tentang AI untuk Performance Boost.

Dalam sesi wawancara terbatas kepada Medcom.id, CEO ASUS Jerry Shen juga mengatakan bahwa ZenFone 5 merupakan babak baru ASUS dalam menghadirkan ponsel yang bisa memahami penggunanya, salah satunya dengan penerapan AI. “Kami melihat kecerdasan buatan bisa membantu produktivitas penggunanya. ”

Kemampuan kecerdasan buatan ini nantinya bisa diaktifkan atau dimatikan sesuai kebutuhan pengguna. ASUS ZenFone 5 hadir dalam tiga varian. Sejauh ini pihak ASUS hanya mengumumkan harga untuk ZenFone 5Z, dimulai kisaran Rp8 juta pada bulan Juni.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.