Death Note akan Diangkat Jadi Drama Audio

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 02 Sep 2017 09:19 WIB
poptech
Death Note akan Diangkat Jadi Drama Audio
Light Yagami, tokoh utama dari Death Note.

Metrotvnews.com: Film adaptasi Death Note buatan Netflix baru saja dirilis dan kini telah ada rencana untuk membuat adaptasi baru dari Death Note. Kali ini, Death Note akan diangkat ke dalam serial drama audio dengan durasi 12 jam. 

Menurut laporan Anime News Network, penerbit asal Jerman, Lübbe akan mengadaptasi anime Death Note ke dalam drama audio berdurasi 12 Jam. Drama audio tersebut akan tersedia dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Jerman. Penulis dan penerjemah Jonathan Clements akan menulis drama tersebut, yang akan didasarkan pada anime Death Note dan bukan manga-nya. 

Pada awalnya, Death Note adalah sebuah manga yang mulai diterbitkan pada 2003 dan berakhir pada 2006. Sejak saat itu, Death Note telah diadaptasi ke berbagai media, mulai dari anime, novel hingga film layar lebar.

Selain anime, Death Note juga diadaptasi ke dalam film live-action. Adaptasi terbaru Death Note adalah buatan Netflix, yang dianggap dibuat dengan terlalu terburu-buru. 

Mengingat betapa rumit cerita yang diangkat oleh Death Note, keseluruhan ceritanya mungkin akan sulit untuk dimasukkan ke dalam drama audio berdurasi 12 jam. Death Note bercerita tentang seorang siswa SMA yang menemukan sebuah buku yang dapat digunakan untuk membunuh seseorang dengan menuliskan nama orang tersebut. 

Light Yagami, sang tokoh utama, kemudian berambisi untuk "membersihkan" dunia dengan membunuh para kriminal dan orang-orang yang dia anggap sebagai penjahat. Dia kemudian bertemu dengan seorang detektif misterius bernama L yang berusaha untuk menghentikannya. 

Drama audio Death Note ini akan dirilis pada tahun depan. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.