Penggemar Ragukan Kualitas Film Adaptasi Death Note dari Netflix

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 03 Jul 2017 15:43 WIB
poptechnetflix
Penggemar Ragukan Kualitas Film Adaptasi Death Note dari Netflix
Sebagian fans Death Note khawatir akan kualitas film adaptasi dari Netflix ini.

Metrotvnews.com: Ketika Netflix pertama kali mengumumkan rencananya untuk membuat film adaptasi dari Death Note, para fansnya khawatir film tersebut akan mengecewakan. Trailer terbaru yang baru saja dirilis juga tidak menenangkan rasa khawatir para penggemar.

Setelah menonton cuplikan yang dirilis beberapa hari lalu, banyak orang yang menyadari bahwa cerita dalam adaptasi film Death Note ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan cerita aslinya, seperti yang disebutkan oleh Polygon. Pertama, sebagian besar aktor yang tampil dalam film tersebut merupakan aktor berkulit putih atau berasal dari negara Barat. Selain itu, film Death Note ini juga mengambil setting lokasii di Seattle dan bukannya Jepang.

Film yang akan disutradari oleh Adam Wingard ini terlihat sepertii sebuah film action daripada thriller psikologis. Banyak dari adegan dalam cuplikan tarbarunya yang menunjukkan kehancuran, seperti bianglala yang jatuh, ledakan di suatu tempat dan mayat-mayat yang dibiarkan menggeletak.

Tidak berhenti sampai di situ, Light Turner -- yang merupakan adaptasi dari Light Yagami, tokoh utama Death Note -- adalah seorang remaja yang sering dikerjai yang ingin membalas dendam pada para bully yang senang merisak orang lain. Dia adalah seorang remaja yang tidak bisa menemukan tempatnya. Dia digambarkan layaknya stereotipe remaja dalam film yang bercerita tentang orang-orang aneh yang terasingkan.

Padahal, Light digambarkan dengan sifat yang sangat berbeda di manga. Sang kreator, Tsugumi Ohba menggambarkan Light sebagai murid SMA berdedikasi yang selalu mendapat nilai sempurna. Meskipun Light tidak punya banyak teman, terlihat jelas dia tidak dikucilkan oleh lingkungannya. Banyak wanita yang terpesona dengannya dan dia dihormati karena kecerdasannya.

Dia juga tidak membenci teman-teman sekelasnya. Satu-satunya alasan dia menggunakan Death Note adalah karena dia ingin membersihkan dunia dari para penjahat.

Sementara Light yang ditunjukkan oleh Wingard dan timnya jauh berbeda. Sebagian orang mengatakan, keputusan untuk mengambil sudut pandang baru dari Death Note bisa membuat film tersebut menjadi lebih menyegarkan, terutama karena manga dari Death Note telah diadaptasi sebanyak 5 kali. Sementara sebagian yang lain khawatir akan kualitas dari adaptasi ini.

"Film ini terlihat tidak menarik," ujar seorang fan di forum komunitas, Reddit. "Kenapa film ini disebut Death Note jika semua hal yang membuatnya menjadi DN justru dihilangkan?"

Meskipun ada tanggapan negatif terkait cuplikan Death Note, satu hal yang semua orang setuju menarik dari film adaptasi ini adalah penggambaran Ryuk, sang dewa kematian oleh Willem Dafoe.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.