Film Studio Ghibli Terbaru Kurang Laku di Jepang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 13 Oct 2016 09:11 WIB
poptech
Film Studio Ghibli Terbaru Kurang Laku di Jepang
The Red Turtle adalah film terbaru Studio Ghibli yang dibuat dengan studio lain.

Metrotvnews.com: Film terbaru dari Studio Ghibli, The Red Turtle tampaknya tidak terlalu populer di Jepang.

Film itu, yang disutradarai oleh animator asal Belanda, Michael Dudok de Wit, mulai tayang pada tanggal 17 September di Jepang. Yahoo Jepang melaporkan, ia gagal untuk masuk 10 besar box office.

Seperti yang dikutip dari Kotaku, dalam situs resminya, Studio Ghibli menyebut film itu sebagai "sukses besar", yang sayangnya merupakan deskripsi yang salah. Namun, film ini memang hanya memiliki waktu 2 hari untuk masuk ke dalam 10 besar box office.

Meskipun begitu, menurut Box Office Mojo, film BFG, yang juga mulai tayang di Jepang mulai tanggal 17 September, berhasil mendapatkan sekitar USD1 juta (Rp13 miliar). Tidak hanya itu, film Jepang, Ikari (Kemarahan) juga mulai tayang di Jepang pada tanggal yang sama dan berhasil mendapatkan lebih dari USD2.2 juta (Rp28,7 miliar).

Bahkan anime Kimi no Na wa (Namamu) berhasil mendapatkan sekitar USD10.5 juta (Rp137 miliar) dalam periode yang sama. Ia berhasil menduduki posisi 2 dalam box office.

Muncul pertanyaan mengapa film terbaru dari Studio Ghibli ini tidak terlalu sukses. Netizen yang berkomentar di situs populer seperti Girls Channel memberikan berbagai alasan mengapa mereka tidak tertarik untuk menonton film itu.

Salah satunya adalah karena film tersebut dibuat Studio Ghibli bersama dengan studio lain, karena itu, ia dianggap bukan film Studio Ghibli yang sebenarnya. Alasan lainnya adalah karena judul film itu tidak terdengar seperti film-film buatan Studio Ghibli sebelumnya.

"Tidak ada dialog di dalamnya. Saya pasti akan tertidur," kata salah satu netizen. Netizen lainnya berkata, "Film menjadi populer bukan karena Studio Ghibli, tapi karena Hayao Miyazaki."

Namun, hanya karena sebuah film tidak masuk ke dalam jajaran 10 besar box office, bukan berarti kualitasnya yang buruk. Miyazaki misalnya, mengatakan bahwa The Red Turtle membuatnya kagum. Namun, jika film itu tidak mendapatkan lebih banyak dalam waktu beberapa minggu ke depan, hal ini bisa mempengaruhi apa yang akan Studio Ghibli buat berikutnya.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.