Review Film

Meski tak Sempurna, Justice League Masih Menyenangkan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 20 Nov 2017 20:49 WIB
poptech
Meski tak Sempurna, Justice League Masih Menyenangkan
Anggota Justice League.

Metrotvnews.com, Jakarta: Superman telah mati. Sementara itu, Batman justru menemukan bahwa ada musuh besar yang akan datang menyerang Bumi. Sadar bahwa dia tidak akan bisa menghadapi musuh ini sendirian, Batman kemudian mengambil inisiatif untuk membentuk sebuah tim yang terdiri dari orang-orang dengan kekuatan super. Itulah Justice League. 

Berbeda dengan Marvel Cinematic Universe yang memilih lebih dulu memperkenalkan karakter-karakternya dalam film solo, Warner Bros. langsung membuat film tim superhero. Sebelum ini, Warner juga pernah membuat film adaptasi DC Comics, Suicide Squad

Dari 5 anggota Justice League -- Batman, Wonder Woman, Aquaman, The Flash dan Cyborg -- hanya dua yang sudah diperkenalkan dalam film sebelumnya, yaitu Batman dan Wonder Woman. Saya sempat khawatir Warner Bros tidak akan bisa memperkenalkan The Flash, Aquaman dan Cyborg dengan baik dalam film Justice League yang hanya berdurasi 2 jam. Untungnya, saya salah. 

Dalam Justice League, latar belakang dari ketiga karakter tersebut diperkenalkan dengan cukup baik. Sekalipun Anda tidak pernah membaca komik DC, Anda akan bisa tahu apa kekuatan dari masing-masing superhero. Selain itu, Warner juga secara sekilas membahas cerita di balik kekuatan masing-masing karakter.



Meskipun begitu, informasi yang diberikan dari masing-masing karakter tidak cukup detail sehingga Warner tidak akan kehabisan ide jika mereka memutuskan untuk membuat film solo dari salah satu karakter tersebut

Dikritik karena mengangkat tema yang terlalu gelap pada Batman v Superman: Dawn of Justice, terlihat jelas bahwa Warner kini berusaha untuk membuat film Justice League menjadi lebih ringan dengan memasukkan unsur humor. Jika dibandingkan dengan Batman v Superman, Justice League memiliki atmosfer yang jauh lebih ringan. Anda akan cukup sering melihat salah satu karakter meledek karakter yang lain. 

Memang, jika dibandingkan dengan Thor: Ragnarok, humor dalam Justice League masih kalah kental. Namun, saya tidak keberatan karena sebagai gantinya, plot Justice League lebih berbobot. 

Selain memperkenalkan 3 tokoh baru, Warner juga berhasil meramu kelima superhero yang memiliki sifat berbeda-beda ini bisa bekerja sama dengan baik sebagai sebuah tim. Tidak hanya Anda bisa dengan mudah membedakan satu karakter dengan karakter yang lain, ketika bertarung, masing-masing dari para superhero ini memiliki peran tersendiri. Anda tidak akan melihat salah satu karakter mendominasi.



Setidaknya, sampai Superman muncul. Dari video trailer yang telah ditayangkan sebelum ini, terlihat jelas bahwa Superman alias Clark Kent akan kembali muncul. Saya tidak akan menjelaskan secara detail bagaimana, satu hal yang pasti, Superman hidup kembali. Dengan kekuatannya, Superman sangat mendominasi dalam pertarungan. Superman seolah-olah bisa mengatasi semua masalah yang ada sendiri. Dan hal ini membuat kesan Justice League sebagai sebuah tim sedikit berkurang. 

Satu hal lain yang saya kurang sukai dari Justice League adalah tokoh villain yang jahat karena memang tabiatnya sudah jahat. Steppenwolf dijelaskan sebagai "The End of the Worlds" -- penghancur dunia. Dia berusaha untuk mendapatkan kembali sumber kekuatannya dan menghancurkan dunia setelah dikalahkan dan terusir dari Bumi beberapa ribu tahun lalu. 



Steppenwolf adalah penjahat yang tidak memiliki motivasi di balik rencana jahatnya. Dia tidak lebih dari musuh bersama yang membuat anggota Justice League saling membantu untuk menghadapinya. Bagi saya, hal ini membuat Steppenwolf menjadi kurang berkesan. 

Namun, DC bukan satu-satunya pihak yang mengalami masalah ini. Marvel juga tampaknya kesulitan untuk membuat villain yang berkesan. Karena itu, saya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. 

Memang, dari segi plot, cerita Justice League cukup mudah ditebak. Meskipun begitu, saya tetap cukup menikmati film ini, terutama ketika para karakter yang memiliki sifat yang berbeda-beda saling berinteraksi, saling mendukung dalam pertarungan dan pada saat yang sama, saling meledek satu sama lain. 

Akhir kata, Justice League memang bukan film yang sempurna. Meskipun begitu, film adaptasi dari DC Comics tersebut masih cukup menyenangkan untuk ditonton, terutama bagi Anda yang memang penggemar film bergenre superhero atau penggemar komik DC. 

Informasi tambahan, ada dua scene pendek setelah film berakhir. Scene kedua akan memberitahukan Anda siapa yang menjadi penjahat berikutnya dari film adaptasi DC. Karena itu, saya sarankan Anda duduk sampai film benar-benar berakhir. 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /