Film The Flash Dinamai Flashpoint, Ini Implikasinya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 25 Jul 2017 15:54 WIB
poptech
Film The Flash Dinamai Flashpoint, Ini Implikasinya
Film The Flash akan disebut Flashpoint.

Metrotvnews.com: Akhir pekan lalu, Warner Bros. mengumumkan bahwa film Flash yang akan tayang di layar lebar akan dikenal sebagai "Flashpoint" yang membuat para fans heboh. Alasannya karena Flashpoint dapat menciptakan perubahan terbesar dalam DC Cinematic Universe. 

Sebelum penjelasan tentang bagaimana Flashpoint bisa mengubah DCU, Anda harus mengerti tentang cerita Flashpoint di DC Comics terlebih dulu. Flashpoint debut pada Mei 2011. Pada akhir serial komik tersebut, berbagai aspek dalam DC Universe sudah begitu berbeda sehingga DC memutuskan untuk merombak ulang dunia dalam komiknya. Perombakan ini berujung pada dibuatnya dunia New 52. 

Dalam Flashpoint, Barry Allen alias Flash masuk ke dalam DC Universe yang berbeda, meski hanya dirinya yang sadar akan perbedaan tersebut. Misalnya, dalam dunia itu, Superman adalah seorang tahanan pemerintah yang ditahan di laboratorium bawah tanah di Metropolis, seperti yang disebutkan oleh Polygon

Perubahan terbesar dari Flashpoint menyertakan Batman. Dalam komik, Thomas Wayne menjadi seorang vigilante setelah kematian anaknya, Bruce. Sementara istrinya, Martha, justru berakhir menjadi Joker. Flash kemudian sadar bahwa semua perubahan ini terjadi akibat keputusannya untuk mengubah masa lalunya untuk menyelamatkan ibunya. 

Barry mencoba untuk menyelesaikan masalah yang dia timbulkan. Tapi dia tidak bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Akhirnya, muncullah DC Universe New 52. 



Sebelum San Diego Comic-Con, The Hollywood Reporter sempat melaporkan bahwa para eksekutif Warner Bros. berencana untuk mengeluarkan Ben Affleck, pemeran Batman saat ini. "Seorang narasumber yang tahu tentang hal ini mengatakan bahwa Warner Bros. berencana untuk mengeluarkan Batman milik Affleck -- dengan baik, dengan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam salah satu film DC yang akan datang," tulis media tersebut. 

Ketika ditanya terkait hal ini di SDCC, Affleck berkata bahwa dia senang memerankan Batman dan tidak berencana untuk mengundurkan diri dalam waktu dekat. Namun, hal ini bisa berubah karena Flashpoint. 

Flashpoint dapat menjadi alat bagi Chief Creative Officer, Geoff Johns untuk merombak DCU dan membuat dunia yang sama sekali baru. Berbeda dengan Marvel, yang ceritanya terus berlanjut, DC Universe telah beberapa kali dirombak ulang, yang biasanya terjadi setiap 20 tahun sekali. 

Inilah yang membuat para fans menjadi heboh. Jika Flashpoint memang akan merombak DCU, bagaimana pengaruhnya pada film-film yang sudah rilis, mulai dari Man of Steel hingga Wonder Woman? Wonder Woman adalah salah satu film paling sukses dari Warner Bros., melakukan perubahan besar-besaran tampaknya bukan keputusan yang masuk akal. 

Masalah lain yang bisa timbul adalah karena Flashpoint merupakan cerita yang relatif lebih gelap. Padahal, Warner Bros. terlihat ingin membuat film dengan cerita yang lebih ringan dengan membawa Joss Whedon ke dalam Justice League. Karena itu, keputusan untuk mengangkat cerita Flashpoint tampaknya adalah keputusan yang aneh. 


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.