Review Film

Assassin's Creed, Menarik untuk Penggemar, Membingungkan untuk Orang Awam

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 22 Dec 2016 11:03 WIB
filmpoptech
Assassin's Creed, Menarik untuk Penggemar, Membingungkan untuk Orang Awam
Film Assassins Creed sudah ditayangkan di jaringan bioskop nasional

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggapan bahwa film yang diadaptasi dari sebuah game pasti memiliki kualitas yang buruk memang seperti sudah melekat dalam benak para pecinta film.

Beberapa film adaptasi game seperti Warcraft selalu dibandingkan dengan game-nya dan pada akhirnya berujung pada rating yang buruk. Namun hal tersebut tidak menyulutkan Holywood untuk terus membuat film berdasarkan adaptasi game.

Assassin's Creed merupakan salah satunya. Sesuai namanya, film yang baru dirilis di jaringan bioskop nasional ini merupakan adaptasi dari seri game Assasin's Creed yang dikembangkan Ubisoft. Lalu apakah film ini bisa mematahkan anggapan lama mengenai film hasil adaptasi game?



Setelah menyaksikan film ini, saya pribadi memang merasa sangat puas dengan penyajiannya. Bahkan plot yang disajikan terasa sangat mendekati gamenya. Saya sendiri memang sudah memainkan sebagian besar game Assassin's Creed, mulai dari Assassin's Creed pertama yang menceritakan kisah Altair hingga Assassin's Creed Syndicate yang menceritakan kisah Evie dan Jacob Frye.

Bagi saya, penggambaran latar belakang pada film ini termasuk sangat bagus, baik saat menceritakan masa kini maupun saat menceritakan masa lalu. Alur ceritanya juga sangat khas bahkan saya bisa mencium keterlibatan mendalam dari Ubisoft di film ini. Hal tersebut bisa dilihat dari penjelasan yang memang sengaja disajikan terpatah-patah, persis seperti dalam game Assassin's Creed.



Meski agak sulit dimengerti, bagi saya disitulah menariknya. Berkat film Assassin's Creed, saya menghabiskan waktu semalaman mencari tahu sejarah di balik peristiwa Spanish Inquisition yang menjadi latar belakang film ini. Mengapa? Karena saya yakin jika Ubisoft terlibat kuat dalam pembuatan game ini, elemen sejarah aslinya pasti tidak akan mereka tinggalkan.

Saya juga merasa seperti bermain Assassin's Creed ketika menyaksikan film ini. Itu karena berbagai gerakan Assassin yang ditampilkan seperti memanjat tembok hingga melompat di antara bangunan sangat mirip dengan di dalam game. Selain itu, gerakan khas Assassin seperti bagaimana mereka menyerang dengan hidden blade dan melakukan leap of faith juga sangat autentik.



Di sisi lain, penggambaran dunia modern di dalam film ini juga cukup akurat. Abstergo yang merupakan korporasi di bawah naungan Templar, organisasi yang menjadi musuh utama para Assassin, juga digambarkan akurat dengan berbagai konspirasinya untuk menguasai dunia.

Namun, yang paling membuat saya terkesan adalah mesin Animus yang ada di dalam film ini. Animus merupakan mesin khusus yang bisa mengakses memori leluhur seseorang. Melalui Animus, para Templar ingin mengetahui tempat Assassin's menyembunyikan artifak kuno yang bisa membantu mereka menguasai dunia.



Animus di dalam film Assassin's Creed tampak seperti mesin virtual reality, berbeda jauh dengan Animus di dalam game yang digambarkan lebih canggih. Ini membuktikan film Assassin's Creed menggunakan cerita sebelum game Assassin's Creed pertama dimulai.

Berbeda dari sudut pandang saya yang merupakan pemain game Assassin's Creed, film ini mungkin akan terlihat cukup membingungkan dan berat bagi mereka yang belum pernah memainkan gamenya. Berbagai adegan aksinya memang asyik untuk ditonton, namun untuk mengerti cerita seutuhnya, sebaiknya Anda memainkan game Assassin's Creed terlebih dulu.




(MMI)