Demi Cari Nama, Komikus Pemula Bisa Manfaatkan Media Sosial

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:07 WIB
poptech
Demi Cari Nama, Komikus Pemula Bisa Manfaatkan Media Sosial
Jaka Ady, Sakti Yuwono dan Varsam Kurnia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Cara paling mudah agar "dilirik" penerbit besar bagi Anda yang ingin terjun ke dunia komik adalah dengan membuat komik online, baik melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram atau memanfaatkan penerbit online, seperti Webtoon milik LINE.

Setidaknya begitulah pendapat dari Sakti Yuwong, pembuat konsep dari komik Ceramic Sky: Iris Night dan kreator komik Melankolia dalam eksibisi yang diadakan di Artotel, Selasa (30/11/2016).

"Cara yang paling gampang untuk dikenal ya melalui Instagram dan Facebook," kata Sakti. Dia mengatakan, sekarang, seseorang dapat dengan mudah menyebarkan karyanya melalui internet, berbeda dengan dulu, ketika seseorang harus menyebarkan foto kopi dari karyanya.

Saran lain yang dia berikan adalah untuk mencari teman untuk mulai mengerjakan komik bersama. "Kalau tambah teman, pasti tambah enteng," katanya. "Jika punya tim yang bisa buat cerita, bisa gambar dan bisa menjadi colorist, itu lebih bagus."

Ceramic Sky: Iris Night sendiri dibuat oleh 3 orang. Sakti sebagai pembuat konsep, Varsam Kurnia sebagai ilustrator dan Jaka Ady yang bertanggung jawab atas lettering atau pemilihan font. Berbeda dengan komik biasa, Ceramic Sky digambar dengan cat air.

Varsam bercerita, dia memerlukan waktu 6 bulan untuk menyelesaikan Ceramic Sky. Dia memperkirakan, sebelum Ceramic Sky, belum ada komik Indonesia yang menggunakan cat air sebagai medium untuk menggambar.

Terkait industri komik di Indonesia, Jaka dan Sakti setuju bahwa saat ini, industri komik Indonesia sedang berkembang. Di sisi lain, menurut Jaka, industri komik belum memiliki tolok ukur yang pasti terkait cerita seperti apa yang sukses.

"Industri komik Indonesia lagi sehat, ada banyak komik dengan banyak genre yang beredar," kata Jaka. "Kita bisa buat cerita apapun yang kita mau."

Sementara Sakti bercerita bahwa dia tidak terlalu memikirkan keinginan pembaca saat membuat komik, Jaka mengaku bahwa dia masih mempertimbangkan cerita seperti apa yang diinginkan oleh pembaca.

"Namun, prioritasnya adalah untuk memberikan cerita yang bagus. Pada akhirnya, pembaca akan mencari komik dengan cerita yang bagus," ujar Jaka.

Satu hal yang harus dimiliki oleh kreator komik adalah rasa suka pada pekerjaan itu sendiri. "Kalau Anda sudah suka, bahkan jika ada suara-suara negatif, itu tidak akan jadi masalah," katanya saat ditanya tentang bagaimana cara menghadapi stigma bahwa pekerjaan di dunia komik masih belum terlalu menghasilkan. 

"Lakukan yang terbaik dan buktikan bahwa pekerjaan di industri komik itu masih cukup menghasilkan," ujarnya.


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /