Rusia Selidiki Penyebab Lubang di Pesawat Luar Angkasa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 05 Sep 2018 13:53 WIB
antariksapoptech
Rusia Selidiki Penyebab Lubang di Pesawat Luar Angkasa
Soyuz, pesawat luar angkasa buatan Rusia. (AFP PHOTO / EMMANUEL DUNAND)

Jakarta: Badan luar angkasa Rusia Roscosmos kini tengah menyelidiki penyebab lubang kecil yang muncul di pesawat luar angkasa Soyuz yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Lubang itu menyebabkan udara bocor keluar dari pesawat tersebut. Pada awalnya Rusia pikir lubang itu disebabkan oleh sambaran meteorit kecil.

Namun, sekarang, Roscosmos menduga bahwa lubang itu dibuat dari dalam Soyuz, kemungkinan menggunakan sebuah bor. Mereka juga tetap mempertimbangkan kemungkinan bahwa lubang itu dibuat secara sengaja, baik di Bumi ataupun di luar angkasa.

"Kami mempertimbangkan semua kemungkinan," kata Dmitry Rogozin, Head of Roscosmos, menurut laporan TASS.

"Kemungkinan lubang muncul akibat tabrakan dengan meteorit telah dibantah karena lubang itu muncul akibat benturan dari dalam pesawat. Meskipun begitu, masih terlalu cepat untuk mengatakan penyebab dari lubang ini."

Rogozin mengatakan bahwa lubang ini merupakan "kesalahan teknis" yang dibuat oleh para ahli dengan "tangan yang tidak stabil", seperti yang dikutip dari The Verge. "Ada bukti bahwa bor bergerak di permukaan dalam pesawat," katanya.

Roscosmos telah berdiskusi dengan Komisi Negara untuk menyelidiki alasan di balik kemunculan lubang itu. Rogozin mengatakan bahwa penyelidiki penyebab lubang tersebut adalah "masalah kehormatan" dan para penyedlidik akan bisa mengetahui pakah lubang itu tercipta secara tidak sengaja atau memang dibuat secara sengaja.

"Sekarang, penting bagi kami untuk tahu alasannya, untuk tahu orang yang bertanggung jawab atas lubang itu. Dan kami akan menyelidikinya sampai tuntas," kata Rogozin. NASA menolak untuk memberikan informasi terkait penyelidikan ini.

"NASA akan mendukung penyelidikan komisi sesuai dengan yang diperlukan," kata NASA dalam pernyataan resmi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.