NASA Pertimbangkan Izinkan Iklan di Roketnya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 12 Sep 2018 11:10 WIB
antariksanasa
NASA Pertimbangkan Izinkan Iklan di Roketnya
Administrator NASA, Jim Bridenstine. (AFP PHOTO / NASA / Bill INGALLS)

Jakarta: Biaya eksplorasi luar angkasa tidak murah. Meskipun NASA didanai oleh salah satu negara terkaya di dunia, Administrator Jim Bridenstine mengungkap bahwa mereka akan mulai mencari cara baru untuk mendapatkan pemasukan. 

NASA mempertimbangkan untuk memberikan hak untuk menamai roketnya ke perusahaan atau membiarkan perusahaan memasang iklan pada pesawat luar angkasa mereka.

Mereka juga memikirkan kemungkinan astronot untuk tampil di iklan layaknya atlet atau artis. Selain mencari dana ekstra, tujuan hal ini adalah untuk memperkuat merek NASA. Pihak NASA menekankan bahwa rencana ini masih dalam tahap wacana.

Selama ini, NASA berusaha untuk tidak menunjukkan dukungan pada suatu merek atau perusahaan. Mereka bahkan menyebut M&M yang astronot makan sebagai "cokelat berlapis permen" agar mereka tidak terlihat mendukung merek cokelat tersebut.

Namun, menurut laporan The Washington Post, dalam pertemuan dewan penasehat NASA, Bridenstine mengumumkan bahwa dia akan membuat komite untuk menjawab pertanyaan yang dia anggap "provokatif". 

"Mungkinkah NASA membayar sebagian biaya yang diperlukan dengan menjual hak penamaan atas pesawat atau pada roketnya?" kata Bridenstine.

"Saya beritahukan pada Anda, ada ketertarikan untuk itu. Pertanyaannya adalah apakah itu mungkin? Jawabannya adalah saya tidak tahu, tapi kami ingin orang-orang yang bisa memberikan saran pada kami tentang itu."

Bridenstine juga menyebutkan bahwa dia ingin agar astronot tidak hanya bisa dekat dengan wartawan, tapi juga ikut serta dalam iklan untuk memperkenalkan diri mereka dan juga NASA. 

"Saya ingin agar ketika anak-anak tumbuh besar, mereka  bukan ingin menjadi bintang olahraga profesional, tapi ingin menjadi astronot NASA atau peneliti NASA," katanya. "Saya ingin agar, mungkin suatu hari nanti, astronot NASA akan muncul di kotan sereal, menjadi bagian dari budaya Amerika."

Rencana ini merupakan bagian dari usaha untuk mendorong perusahaan swasta terlibat dalam industri di orbit rendah Bumi. Saat ini, NASA telah menggantungkan diri untuk mengirimkan barang ke stasiun luar angkasa. Mereka juga mulai menggunakan jasa perusahaan swasta untuk membawa astronot ke luar angkasa. 

Gedung Putih menyebutkan bahwa mereka akan menghentikan pendanaan langsung untuk International Space Station (ISS) dan memprivatisasi laboratorium di ISS. Sementara itu, ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan stasiun luar angkasa mereka sendiri.

Gedung Putih berusaha melonggarkan peraturan demi mendorong pertumbuhan perusahaan swasta dalam industri luar angkasa. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.