Warner Bros. Jepang Pamer Foto Film Adaptasi Fullmetal Alchemist

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 02 Jan 2017 10:52 WIB
poptech
Warner Bros. Jepang Pamer Foto Film Adaptasi Fullmetal Alchemist
Edward dan Alphonse Elric dalam Fullmetal Alchemist. (Warner Bros. Jepang)

Metrotvnews.com: Bulan lalu, Warner Bros. merilis cuplikan pertama dari Fullmetal Alchemist, yang menunjukkan pada fans bagaimana film live action yang merupakan adaptasi manga ini akan tampil. 

Meskipun masih belum diketahui kapan trailer berikutnya akan dirilis, dua foto baru dari film tersebut telah beredar. Salah satu foto ini menunjukkan Edward Elric, yang diperankan oleh Ryosuke Yamada, saat dia sedang bertarung di jalan. Film ini akan tayang di Jepang pada bulan Desember tahun ini. Namun, tanggal penayangan global masih belum diketahui.

MovieWeb menyebutkan, foto-foto tersebut muncul di situs resmi Warner Bros. Jepang. Fumihiko Sori akan menjadi sutradara film ini. Dalam sebuah wawancara, dia memberikan sedikit informasi tentang apa yang akan dilakukan dengan film ini. Dia menjelaskan mengapa penting untuk memastikan semua karakter dimainkan oleh aktor Jepang.

Fullmetal Alchemist

"Saya ingin membuat film ini semirip mungkin dengan gaya di manga aslinya. Para pemeran sepenuhnya berasal dari Jepang, tapi latar belakang budaya dalam cerita adalah Eropa," ujar Sori. "Namun, gaya penuturan film ini tidak menggambarkan ras atau negara tertentu. Tidak akan ada adegan yang menunjukkan bahwa seseorang karakter berasal dari Jepang."

Film ini akan diproduksi di kota Volterra, Italia pada musim panas ini. Produksi akan berakhir pada bulan Agustus. Sekadar informasi, Hiromu Arakawa, mangka Fullmetal Alchemist merilis manga ini pada tahun 2001-2010 di Monthly Shonen Gangan. Ia bercerita tentang ritual alkimia yang berakhir dengan bencana. 

Edward Elric kehilangan satu lengan dan satu kakinya sementara adiknya, Alphonse kehilangan seluruh tubuhnya meski jiwanya berhasil diikat ke sebuah armor. Menggunakan prostetik mekanis yang disebut "automail", Edward lalu menjadi alchemist negara, dan berusaha mencari benda legendaris, Philosopher's Stone untuk memulihkan badannya dan adiknya.  




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.