Demi Koreografi, Band Ini Gunakan 567 Printer

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Nov 2017 10:08 WIB
Demi Koreografi, Band Ini Gunakan 567 Printer
Potongan video grup musik OK Go yang berjudul 'Obsession'.

Jakarta: Jika Anda belum mengetahui sebuah grup musik atau band bernama OK Go, silakan layanan YouTube. Band ini kembali merilis sebuah video dengan koreografi dan konsep yang unik, yaitu menggunakan ratusan printer.

OK Go terkenal secara viral karena beberapa video mereka menggunakan konsep yang unik. Lewat sebuah video musi berjudul 'Obsession' yang diunggah pada 23 November kemarin OK Go menggunakan 567 printer dalam video.

Apa fungsi ratusan printer tersebut? 567 printer ini diatur untuk mencetak beragam kertas berwarna dan bergambar sepanjang video. Lalu pada beberapa bagian video tersebut direkam dengan kecepatan tertentu sehingga terlihat hasil cetakan printer tersebut seperti sebuah video yang menjadi latar musik tersebut.

Tentu saja untuk melakukan kombinasi cetak mencetak tersebut diperlukan koordinasi khusus sebelum mesin print mencetak semuanya. Tidak diketahui berapa banyak kertas yang dihabiskan. Anda mungkin berpikir bahwa ini adalah pemborosan.



OK Go di awal video menampilkan sebuah printer yang mencetak kertas bertulisan bahwa seluruh kertas yang dicetak akan dikirim ke Greenpeace untuk didaur ulang. Pada bagian akhir disebutkan merek Double A yang merupakan merek kertas yang dipergunakan, sekaligus beriklan.

Berdasarkan pantauan di akun YouTube OK Go, video ini sudah ditonton sebanyak 4.9 juta kali dengan 68 ribu orang yang menyukai dan 3 ribu orang tidak menyukai video ini. Di kolom komentar, pengguna YouTube banyak yang mengapresiasi sekaligus mengkritik penggunaan kertas tersebut.

Tidak hanya berapa banyak kertas yang dihabiskan, Anda juga perlu mengingat berapa banyak tinta yang dipergunakan untuk mencetaknya. OK Go menyarankan untuk memutar video dalam kualitas 4K di YouTube namun tidak disarankan untuk penonton yang menderita kemungkinan terjadi epilepsi jika melihat warna atau photosensitive epilepsy.
(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.