Baby Groot Bukan Groot yang Lama

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 28 Feb 2018 14:36 WIB
poptechmarvel cinematic universe
Baby Groot Bukan Groot yang Lama
Baby Groot ketika menerima penjelasan soal tombol yang harus ditekan. (Marvel)

Jakarta: Pada akhir film Guardians of the Galaxy, Groot mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan teman-temannya ketika pesawat luar angkasa mereka jatuh. 

Banyak orang yang mengira pengorbanan Groot itu berakhir dengan kelahirannya kembali. Dia menjadi versi bayi dari diri lamanya, kehilangan ingatan dan jati dirinya. Meskipun begitu, para penggemar berasumsi bahwa Groot kembali hidup, seperti yang disebutkan oleh Polygon

Ternyata asumsi itu salah. 

"Groot pertama sudah meninggal," ujar Sutradara James Gunn melalui Twitter. "Baby Groot adalah anaknya."
 
Gunn kemudian memberikan contoh adegan dalam Guardians of the Galaxy Vol. 2 sebagai bukti dari pernyataannya. Adegan itu adalah ketika Baby Groot diminta menekan sebuah tombol, yang jika salah, akan berakhir dengan kematian anggota Guardians. 

"Dia tidak punya ingatan dari Groot dewasa," kata Gunn. "Groot dewasa akan tahu tombol mana yang harus dia tekan! Ugh. Karena Rocket berulang kali mengatakan 'tekan tombol ini'. Groot dewasa hanya akan perlu diberitahukan satu kali. Mungkin dua kali."

Groot akan kembali muncul dalam Avengers: Infinity War. Dalam film tersebut, dia akan tampil sebagai seorang remaja. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.