Bongkahan Benua Tua Ditemukan di Bawah Antartika

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Nov 2018 11:14 WIB
teknologipoptech
Bongkahan Benua Tua Ditemukan di Bawah Antartika
Benua di Bumi dulunya saling menyatu.

Jakarta: Lapisan es di antartika mungkin menyembunyikan sisa-sisa dari benua yang telah lama hilang, menurut data satelit yang dikumpulkan oleh ESA (European Space Agency).

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Scientific Reports ini menggunakan data yang dikumpulkan oleh GOCE (Gravity field and Ocean Circulation Explorer), satelit yang beroperasi selama empat tahun dan bertujuan untuk mengukur daya tarik gravitasi Bumi. Satelit itu mengitari Bumi mulai Maret 2009 sampai November 2013.

Para peneliti masih terus menggali data dari misi GOCE. Inilah yang membuat tim dari Kiel University di Jerman dan British Antarctic Survey dapat menemukan adanya bongkahan di bawah es di Antartika.

Mereka lalu menggabungkan data dari GOCE dengan data seismologi untuk membuat peta 3D dari kerak di bawah lapisan es Antartika. Dengan menggunakan data dari gradien gravitasi, mereka bisa melihat kerak Bumi yang ada di bawah es Antartika.

Mereka menemukan retakan kerak Bumi di sekitar Antartika mirip dengan retakan pada kerak Bumi di bagian lain di dunia. Ini menunjukkan bahwa dulu, pantai di Bumi saling terhubung dengan satu sama lain.

Diperkirakan kraton -- kerak Bumi pada zaman dulu -- saling terhubung dengan satu sama lain, dan merupakan bagian dari benua super Pangea, menurut laporan Digital Trends.

Di Antartika Timur, data menunjukkan adanya kemiripan pada kerak Bumi di sana dengan kerak pada Australia dan India, menunjukkan bahwa kawasan ini dulunya saling terhubung. Sebaliknya, Antartika Barat memilik kerak yang lebih tipis tanpa kraton, mengimplikasikan bahwa ia terhubung dengan bagian lain.

Penemuan ini tidak hanya menarik untuk para ahli geologi, ini juga menarik bagi orang-orang yang ingin tahu tentang sejarah Bumi.

Dulu, benua yang ada di Bumi tampaknya tergabung menjadi satu, yaitu Pangea. Sekitar 160 juta tahun lalu, Pangea mulai terpecah dan membentuk benua yang kita kenal sekarang.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.