Valuasi Industri Anime Jepang Capai Rp243 Triliun

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 31 Oct 2017 17:34 WIB
animepoptech
Valuasi Industri Anime Jepang Capai Rp243 Triliun
Turis asing di pusat anime Akihabara Tokyo, Jepang (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com: Industri animasi Jepang dilaporkan sedang dalam masa puncaknya.

Asosiasi industri animasi Jepang (AJA) baru saja melaporkan valuasi industri anime di Jepang telah mencapai JPY2 triuliun, atau sekitar Rp239,5 triliun sepanjang tahun 2016 hingga 2017. Jumlah tersebut naik sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut RocketNews24, jumlah tersebut juga merupakan rekor bagi industri anime Jepang. Industri tersebut sendiri dikatakan sudah mengalami peningkatan yang sangat pesat sejak tahun 2014. Peningkatan tahun 2013 hingga 2014 mencapai 10 persen, dan tahun 2014 hingga 2015 kembali naik sebesar 12 persen. Sementara tahun 2015 hingga 2016 valuasi industri anime Jepang naik sebesar 6 persen.

Hasil survey AJA mengatakan peningkatan valuasi tersebut disebabkan oleh suksesnya penetrasi anime Jepang ke pasar Tiongkok. Hasil ekspor anime Jepang ke negeri tirai bambu tersebut mencapai JPY34,9 miliar atau sekitar Rp4,17 triliun sepanjang tahun 2016 hingga 2017. Ini menandakan anime Jepang semakin diminati di mancanegara.

Peningkatan valuasi industri anime Jepang tahun ini juga berkat banyaknya film anime populer yang ditayangkan tidak hanya di Jepang. Your Name adalah salah satunya. Film garapan Makoto Shinkai tersebut tampil sebagai pemecah rekor dengan pendapatan total JPY52,3 miliar atau sekitar Rp6,26 triliun.

Peningkatan juga terdapat di sisi acara dan event anime yang diselenggarakan di luar Jepang, serta penjualan pernak-pernik anime. Keduanya sudah menyumbangkan pendapatan yang cukup besar untuk industri anime yang diprediksi akan terus berkembang.


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

5 hours Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.