Hayao Miyazaki Batal Pensiun Demi Satu Film Terakhir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 15 Nov 2016 10:55 WIB
poptech
Hayao Miyazaki Batal Pensiun Demi Satu Film Terakhir
Hayao Miyazaki. (Kotaku)

Metrotvnews.com: Pada tahun 2013, animator dan sutradara legendaris asal Jepang, Hayao Miyazaki memutuskan untuk pensiun.

Dia tidak lagi membuat film berdurasi panjang untuk fokus pada proyek-proyek yang lebih kecil. Namun, kini, pria yang pernah memenangkan Oscar tersebut memutuskan untuk membuat satu film terakhirnya.

Menurut laporan dari Kotaku dan Anime News Network, berita ini disiarkan oleh stasiun TV Jepang pada akhir minggu lalu. Film yang hendak dibuat oleh Miyazaki berjudul Hayao Miyazaki: The Man Who Is Not Done.

Dalam film tersebut, Miyazaki menjelaskan bahwa dia tidak puas dengan film pendek berjudul Boro the Caterpillar yang hanya memiliki durasi 12 menit. Dia ingin menjadikan film itu sebagai sebuah film berdurasi penuh.

The Verge melaporkan, meski siaran tentang Miyazaki ini tidak menunjukkan apakah para bos Studio Ghibli telah setuju dengan keputusan Miyazaki, tapi dia terlihat sedang mengerjakan proyek film terakhirnya ini. Saat ini, memang belum ada konfirmasi dari Ghibli, tapi mengingat bahwa Miyazaki adalah seorang animator legendaris, tampaknya dia tidak akan menemui masalah jika ingin membuat sebuah film.

Boro the Caterpillar atau Kemushi no Boro pada awalnya dibuat untuk Ghibli Musem, yang dibuka pada tahun 2001 di Tokyo. Museum ini menunjukkan berbagai artefak dari Studio Ghibli, yang Miyazaki bantu dirikan.

Beberapa film ternama karya Studio Ghibli adalah Castle in the Sky, My Neighbor Totoro, Sprited Away dan Howl's Moving Castle.

Tidak banyak informasi yang ada tentang Kemushi no Boro, tapi Miyazaki berkata, dia telah mengerjakan cerita ini selama 20 tahun. Dalam siaran TV ini, Miyazaki mengatakan, film itu bercerita tentang "seekor ulat kecil berbulu, yang begitu kecil sehingga dia bisa saja dihimpit dengan jari-jari Anda."

Saat ini, dia berumur 75 tahun. Dia memperkirakan, proyek ini akan selesai saat dia berumur 80 tahun. Namun, idealnya, film tentang ulat bulu ini akan selesai sebelum Olimpiade 2020 di Tokyo.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.