Apa Orangtua Rey Memang yang Disebutkan dalam The Last Jedi?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 19 Dec 2017 18:31 WIB
star warspoptech
Apa Orangtua Rey Memang yang Disebutkan dalam The Last Jedi?
Rey diduga adalah hasil kloning dari tangan Luke. (Walt Disney)

Jakarta: Peringatan: artikel ini mengandung spoiler dari cerita Star Wars: The Last Jedi.

Dalam Star Wars: The Last Jedi, akhirnya kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan siapakah orangtua Rey. Ternyata, orangtua Rey bukanlah siapa-siapa. Banyak orang yang percaya begitu saja dengan jawaban ini dan merasa, jawaban tersebut sesuai dengan tema The Last Jedi untuk meninggalkan masa lalu dan fokus pada masa depan. 

Namun, Dan Stapleton dari IGN merasa jawaban terkait orangtua Rey di The Last Jedi tidak bisa dipercaya begitu saja. Alasan pertama adalah karena karakter yang membeberkan siapa orangtua Rey adalah Kylo Ren.

Meski Sith biasanya dikenal karena kejujurannya -- seperti ketika Darth Vader mengaku sebagai ayah dari Luke sementara Obi-wan justru berbohong -- itu bukan berarti Sith bisa dipercaya. 

Ingat, Kylo Ren sendiri justru dimanipulasi oleh Supreme Leader Snoke, yang membanggakan kemampuannya untuk memanipulasi orang lain. Pelajaran terakhir yang dia ajarkan pada muridnya adalah cara untuk menghancurkan kepercayaan diri seseorang untuk tampil sebagai "penolong", sebagai satu-satunya orang yang melihat nilai pada diri sang korban. 

Dialog antara Kylo dan Rey menunjukkan bagaimana Kylo berusaha untuk memanipulasi Rey. Seperti inilah dialog antara keduanya.

Kylo: Apa kamu tahu siapa orangtuamu? Atau kamu sebenarnya sudah tahu dari dulu? Kamu cuma pura-pura tidak tahu. Akui saja."

Rey: Mereka bukan siapa-siapa.

Kylo: Mereka adalah penjual sampah. Mereka menjualmu supaya mereka bisa membeli minuman keras. Mereka terkubur dalam kuburan tak bernama di Jakku. Orangtuamu bukan siapa-siapa. Kamu bukan siapa-siapa. Tapi kamu berharga untukku.

Inilah cara yang Kylo gunakan untuk menarik Rey menjadi jahat. 



Memang, dalam wawancara dengan Entertainment Weeky, penulis skenario dan sutradara Rian Johnson berkata, "Bagi saya, dalam momen itu, Kylo percaya itulah kebenarannya." Namun, jawaban itu masih menyisakan ruang untuk menunjukkan bahwa orangtua Rey bukanlah seperti yang dikatakan Kylo. Apa yang Kylo percaya benar bukan berarti kebenaran. 

Snoke mengaku bahwa dia memanipulasi Kylo dan Rey agar ketika mereka menggenggam tangan satu sama lain, keduanya akan percaya yang lain akan berubah pikiran: Kylo berpikir Rey akan menjadi jahat dan mendampinginya sementara Rey percaya Kylo masih bisa diselamatkan dan akan membantunya. Pada akhirnya, Kylo tetap setia pada Empire dan Rey juga tetap setia pada pemberontak.

Johnson juga menyebutkan, apa yang J.J. Abrams dan penulis skenario Chris Terio putuskan untuk karakter Rey di Episode IX di luar kendalinya. Karena itulah, Johnson berkata, "bagi saya." Itu bukan berarti apa yang dia buat merupakan interpretasi yang sebenarnya dari alur cerita ke depan. 

Dengan kata lain, Abrams dan Terrio memiliki kebebasan untuk membuat cerita baru tentang orangtua Rey. Mengapa mereka harus melakukan itu? Karena jika tidak, seluruh cerita Star Wars akan menjadi lebih gelap dan bertentangan dengan dua tema terbesar Star Wars: keluarga dan harapan. 



Jika Rey tidak memiliki hubungan darah dengan Anakin, itu berarti episode Star Wars yang dikenal dengan "Skywalker saga" akan berakhir dengan berakhirnya lini Skywalker. Selain Leia, hanya ada satu orang lain yang menjadi bagian dari keluarga Skywalker sekarang: Ben Solo. 

Saat ini, dia tidak lagi bisa diselamatkan. Dia telah memilih untuk menjadi penjahat utama dengan memimpin First Order yang fasis. Setelah Snoke mati, tidak ada lagi penjahat lain yang bisa jadi fokus dari cerita Star Wars berikutnya. Kemungkinan besar, Episode IX akan berakhir dengan kematiannya. Dan lain halnya dengan Anakin, kemungkinan, dia tidak akan memiliki keturunan sebelum itu. 

Tentu saja, masuk akal jika sembilan film Star Wars yang selalu berpusat pada keluarga Skywalker berakhir dengan matinya lini keluarga itu. Namun, jika lini Skywalker berakhir dengan Ben Solo, maka mereka akan diingat karena kejahatannya, mengingat dua dari tiga generasi keluarga tersebut menjadi seorang tiran jahat.

Star Wars akan menjadi cerita tentang bagaimana Anakin menjadi seorang pahlawan lalu menjadi seorang tiran jahat yang kemudian dikalahkan dan dosanya terhapuskan oleh anak-anaknya. Lalu berakhir dengan cucunya yang menjadi pembunuhan massal. Cerita itu lebih mirip cerita Game of Thrones daripada Star Wars. 

Jika orangtua Rey bukanlah pemungut sampah, darimana dia berasal?

Dalam The Force Awakens, ada implikasi kuat bahwa Rey memiliki hubungan darah dengan keluarga Skywalker. Ketika Rey memegang lightsaber milik Luke, Maz Kanata berkata padanya, "Lightsaber itu milik Luke dan sebelumnya, milik ayahnya dan sekarang, ia memilihmu!" Kata-kata itu mengimplikasikan bahwa Rey memiliki hubungan langsung dengan keluarga Skywalker. 

Sementara ketika Maz memberikan lightsaber itu pada Finn dan Han dan Han bertanya darimana Lightsaber itu berasal, Maz berkata, "Itu cerita untuk lain waktu," yang menunjukkan bahwa bagian itu akan dijelaskan nanti. 



Lightsaber Luke terakhir kali terlihat ketika Vader memotong tangan Luke dalam konfrontasi pertama mereka di Cloud City dalam The Empire Strikes Back. Lightsaber dan tangan Luke jatuh ke dalam lubang yang sama dengan Luke dan telah lama diduga jatuh ke atmosfer Bespin.

Dalam The Force Awakens, diketahui bahwa lightsaber itu telah ditemukan karena itu, diperkirakan, lightsaber itu ditemukan di bagian bawah dari Cloud City. Jika tangan Luke ditemukan bersamaan dengan lightsaber tersebut, maka tangan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat klon dari Luke. Di Star Wars, kloning tidak hanya bisa dilakukan, tapi bisa dilakukan dalam skala besar-besaran. 

Memang teori ini terdengar gila, tapi menciptakan sebuah klon dari tangan Luke adalah ide lama yang pernah digunakan dalam Star Wars: The Last Command, novel yang dibuat oleh Timothy Zahn pada 1993. Selain itu, apa yang Rey lihat dalam gua -- banyak bayangan akan dirinya sendiri -- juga memperkuat teori ini. Dan jika dia adalah seorang klon, apa yang Kylo katakan, bahwa orangtua Rey "bukanlah siapa-siapa" memang benar. 

Hal ini juga akan menjelaskan fakta mengapa Rey memiliki Force yang sangat kuat. Memang, siapapun bisa terlahir sebagai orang yang sensitif terharap Force, seperti anak laki-laki dengan sapu pada akhir The Last Jedi.

Namun, keluarga Skywalker dikenal sebagai lini yang melahirkan orang-orang paling hebat di antara orang hebat. Itulah alasan mengapa Snoke sangat menghargai darah Kylo dan potensinya untuk menjadi Vader berikutnya. Kekuatan Rey terlihat dapat menandingi Kylo. Karena itulah, membuatnya sebagai "hanya Jedi biasa" terlihat aneh. 

Jika teori ini benar, siapa yang melakukan kloning?

Sejauh ini, tidak ada karakter yang bisa melakukan ini, mengingat semua karakter yang muncul di Empire Strikes Back telah bertemu dengan Rey dan mereka semua mengklaim tidak mengenal Rey. Kecil kemungkinan Lando Calrissian sebagai dalang di balik proses kloning hanya karena dia kemungkinan tahu dimana tangan dan lightsaber Luke berada.

Kemungkinan lain adalah ada karakter lain yang bekerja di belakang layar untuk memastikan lini Skywalker tidak mati atau ingin memanipulasi klon dengan kekuatan yang sangat besar. 

Teori tentang Rey sebagai klon hanyalah salah satu teori tentang Rey. Masih belum diketahui apakah teori ini benar atau tidak sampai Episode IX dirilis. Membahas teori tentang apa yang mungkin terjadi berikutnya bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu sambil menunggu tayangnya Episode IX. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.