Ant-Man and The Wasp Beraksi Sebelum Infinity War

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 06 May 2018 14:21 WIB
poptechmarvel cinematic universe
Ant-Man and The Wasp Beraksi Sebelum Infinity War
Ant-Man and The Wasp tampaknya akan mengambil setting waktu setelah Civil War.

Jakarta: Akhir dari Avengers: Infinity War membuat para penggemar bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi berikutnya. 

Salah satu film Marvel -- Ant-Man and The Wasp -- akan tayang di bioskop pada bulan Juli nanti. Sayangnya, kemungkinan, film tersebut tidak akan menjawab rasa penasaran tentang apa yang terjadi setelah Infinity War. 

Menurut sinopsis resmi dari Ant-Man and The Wasp, film tersebut mengambil waktu tepat setelah Captain America: Civil War berakhir. Inilah sinopsis yang dibuat oleh Marvel:

"Setelah Captain America; Civil War, Scott Lang harus berhadapan dengan konsekuensi dari keputusannya sebagai seorang superhero dan juga sebagai seorang ayah. Dia kesulitan menyeimbangkan kehidupan pribadinya dengan tanggung jawabnya sebagai Ant-Man, dia diminta menyelesaikan misi penting oleh Hope van Dyne dan Dr. Hank Pym. 

Sekali lagi, Scott harus menjadi seorang superhero dan belajar cara bertarung bersama Wasp karena kerja sama keduanya merupakan kunci untuk menyingkap rahasia masa lalu mereka."

Itu artinya, menurut Polygon, kemungkinan, Ant-Man and The Wasp tidak akan membahas tentang apa yang terjadi setelah Infinity War. Film tersebut justru akan fokus tentang bagaimana Scott Lang berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan keluarganya yang rumit dan tanggung jawabnya sebagai superhero. 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.