Oumuamua, Satelit Buatan Alien?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Nov 2018 10:15 WIB
antariksaluar angkasa
Oumuamua, Satelit Buatan Alien?
Oumuamua memiliki bentuk yang aneh.

Jakarta: Pada November tahun lalu, para ahli astronomi mendeteksi objek luar angkasa yang sama sekali unik.

Objek yang dinamai Oumuamua ini datang dari kawasan antarbintang atau interstellar space, yaitu kawasan yang ada di luar dari pengaruh matahari. Oumuamua juga memiliki bentuk yang aneh. Bodinya memanjang, layaknya sebuah rokok.

Minggu ini, para peneliti dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics menyebutkan bahwa objek luar angkasa ini mungkin bukan sebuah komet, seperti yang diduga sebelum ini.

Dalam sebuah laporan yang akan dirilis di Astrophysical Journal Letters pada minggu depan, ahli astronomi Avi Loeb dan Shmuel Bilay mengklaim bahwa Oumuamua mungkin adalah "satelit yang dikirim secara sengaja ke arah Bumi oleh peradaban alien."

"Oumuamua keluar dari lintasan yang hanya dipengaruhi oleh gravitasi matahari," kata Loeb pada Digital Trends.

"Bisa jadi, ini merupakan hasil dari dorongan gas yang keluar, tapi tidak terlihat adanya ekor komet di sekitar objek ini. Selain itu, periode rotasi komet biasanya berubah-ubah, tapi hal ini tidak dilakukan oleh Oumuamua.

"Adanya akselerasi yang dilakukan oleh Oumuamua terjadi beberapa kali, menghilangkan kemungkinan bahwa akselerasi terjadi karena adanya bagian dari objek itu yang terputus. Satu-satunya penjelasan lain adalah Oumuamua terdorong oleh cahaya matahari. Namun, ini hanya bisa terjadi jika Oumuamua memiliki ketebalan kurang dari satu milimeter, layaknya sebuah kain layar.

"Ini membuat kami sampai pada kesimpulan bahwa objek ini adalah layar yang dibuat oleh peradaban alien. Saya terbuka atas usulan lain, tapi saya tidak bisa memikirkan penjelasan lain tentang akselerasi Oumuamua yang aneh."

Pada dasarnya, Loeb menjelaskan bahwa Oumuamua tidak menunjukkan karakteristik yang biasanya ditemukan pada komet atau asteroid. Objek ini adalah objek pertama yang datang dari interstellar space.

Tidak hanya itu, ia memiliki bentuk yang aneh, percepatan yang tidak terduga, dan ia tidak memiliki ekor komet, partikel yang biasa terlihat pada bagian belakang dari bintang jatuh. Loeb berpikir, adanya kain layar yang mungkin mendorong Oumuamua adalah teknologi yang tidak pernah ada di Bumi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.